Jokowi Akui Kerap Diajak Kaesang Pangarep Kampanye Pemilu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui kerap mendapat ajakan dari putra bungsunya yang menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk terjun mengikuti kampanye Pemilu 2024.
Kendati demikian, Jokowi belum menyatakan secara terbuka ihwal rencana keterlibatan kampanye menjelang pemilihan presiden 14 Februari mendatang. "Oh iya, saya sudah diajak bolak-balik," kata Jokowi kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja ke Magelang, Jawa Tengah pada Senin (29/1).
Namun Jokowi enggan berkomentar banyak soal rencana kampanye. Pasalnya, ia tak mau membuat publik heboh karena membicarakan kampanye politik jelang Pilpres.
"Saya menyampaikan ketentuan Undang-undang Pemilu saja sudah ramai ya," ujar Jokowi.
Sebelumnya, PSI bersama sejumlah relawan Jokowi melaksanakan konsolidasi akbar menjelang pemilihan umum 2024 di Sentul International Convention Center pada Ahad (21/1).
Dalam kegiatan konsolidasi itu, relawan Jokowi dari berbagai simpul menyatakan dukungan untuk PSI di pemilu 2024. Mereka ingin memastikan langkah PSI untuk lolos ke Senayan.
Selain itu, sejumlah pimpinan relawan Jokowi yang hadir juga mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. Mereka bertekad mendorong pasangan Prabowo - Gibran bisa menang pilpres dalam satu putaran.
Konsolidasi akbar tersebut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika sekaligus Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi hingga Ketua Umum DPP Badan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Utje Gustaaf Patty.
Selain itu, turut pula hadir Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina dan Dewan Penasehat Pertiwi Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani.
Kaesang berharap PSI mampu menjadi rumah perjuangan bagi para relawan Jokowi yang belum bergabung dengan partai politik. Kaesang menyebut organ relawan merupakan kekuatan solid dalam menyampaikan dukungan kepada Jokowi di pemilihan presiden 2014 dan 2019.
Dia mengatakan bahwa partai politik bukan lagi satu-satunya instrumen penghubung antara calon dan masyarakat. "Menganggap remeh peran relawan dalam proses pemenangan berarti mereka tidak paham apa itu kerelawanan," kata Kaesang.
Pada kesempatan terpisah, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan belum ada rencana dari Jokowi untuk ikut berkampanye dalam ajang pemilu 2024.
"Presiden sampai saat ini belum ada rencana kampanye," kata Ari di Kantor Kementerian Sekretariat Negara pada Senin (29/1).

