Jokowi Sebut Kenaikan Harga Pangan Dipicu Jelang Ramadan dan Lebaran
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengomentari soal kenaikan harga bahan pangan. Ia menyebut tren kenaikan harga komoditas pangan saat ini dipicu oleh keadaan jelang bulan ramadan dan lebaran.
"Ini mau lebaran sehingga persiapan-persiapan mengenai ketersediaan, utamanya bahan pokok itu menjadi sangat penting," kata Jokowi di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin (4/3).
Merujuk data panel harga komoditas di Badan Pangan Nasional atau Bapanas hari ini pukul 12.00, rata-rata harga telur ayam menjadi Rp 31.110 per kilogram (kg), naik 4% dari pekan sebelumnya.
Lonjakan harga juga terjadi pada daging sapi yang menyentuh angka Rp 134.820 per kg, naik dari harga pekan sebelumnya di Rp 134.140 per kg. Harga bumbu dapur seperti bawang putih bonggol juga naik menjadi Rp 39.430 per kg, naik 1,1% dari harga pekan sebelumnya di Rp 39.000 per kg.
Adapun rata-rata harga beras premium secara nasional di pedagang eceran berada di Rp 16.490 per kg, naik 0,7% dari pekan sebelumnya. Sementara harga beras medium naik 0,55% menjadi Rp 14.380 per kg.
Besaran harga beras tersebut lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023. Regulasi itu menetapkan HET Beras Medium berada di harga Rp 10.900 - Rp 11.800 per kg dan Rp 13.900 - Rp 14.800 per kg untuk beras premium.
Di tengah harga beras yang cenderung naik, Jokowi mengatakan stok beras domestik berada di posisi aman dan mencukupi selama Bulan Ramadhan dan hari raya lebaran nanti. "Untuk beras saya kira stoknya tidak ada masalah," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi memberikan instruksi kepada Badan Pangan Nasional atau Bapanas untuk menurunkan harga beras eceran mulai Maret mendatang. Jokowi menyampaikan arahan tersebut saat rapat internal dengan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di Istana Merdeka pada Senin (12/2).
"Pemerintah berharap bulan Maret harga beras bisa lebih turun sedikit," ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetya Adi usai rapat dengan Jokowi.
Arief mengatakan proyeksi penurunan harga beras mulai Maret ini merujuk merujuk pada temuan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS). BPS memperkirakan produksi beras mencapai 3,51 juta ton pada Maret 2024.
