TKN Mulai Dekati PDIP, Ajak Gabung Koalisi Prabowo

Muhamad Fajar Riyandanu
25 Maret 2024, 14:47
pdip, prabowo, tkn
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor memberikan keterangan pers terkait pekerja migran Indonesia atau PMI unprosedural di Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih terus mendekati lawan politik mereka agar bergabung. Salah satunya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Afriansyah Ferry Noor mengaku kerap mengajak Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto agar bergabung ke dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo-Gibran.

Ferry menyatakan pertemuan dirinya dengan Hasto paling anyar terjadi pada 2 pekan lalu. "Saya pribadi bicara dengan Mas Hasto sering, saya bilang 'ayo Mas Hasto gabung koalisi'," kata Ferry saat dihubungi lewat sambungan telepon pada Senin (25/3).

Ferry yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) itu melanjutkan, tawaran yang ia ajukan ke Hasto sejauh ini masih belum ditanggapi secara serius oleh PDIP.

"Mas Hasto malah ketawa-ketawa saja. Jadi mari kita lihat ke depan," ujarnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers, Rabu (28/1)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers, Rabu (28/1) (Katadata/Ade Rosman)

Upaya mengajak PDIP untuk bergabung ke dalam koalisi pendukung Prabowo-Gibran merupakan langkah merealisasikan tujuan Prabowo sebagai presiden terpilih 2024-2029 yang menawarkan strategi politik merangkul seluruh golongan.

Kendati demikian, Ferry mengaku belum ada pembahasan di internal TKN maupun Koalisi Indonesia Maju terkait komunikasi resmi sekaligus tawaran ke PDIP untuk bergabung ke koalisi, "Sepengetahuan saya belum," kata Ferry.

Prabowo sebelumnya sudah menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower Jakarta pada Jumat, 22 Maret lalu. Prabowo hadir bersama dengan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Pada pertemuan tersebut, Prabowo dan Surya Paloh tampak saling bersalaman dan berpelukan.

"Komunikasi politik terus kami bangun. Kemarin ke NasDem, kemudian lanjut ke PPP dan mungkin bisa saja ke PDIP. Karena prinsip Pak Prabowo mau mengajak dan membangun Indonesia bersama-sama," ujar Ferry.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan bahwa Prabowo Subianto berencana menemui pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dia menyebut bahwa pertemuan dengan partai non-koalisi itu dimaksudkan sebagai bentuk implementasi politik dari Prabowo yang hendak mengedepankan persatuan dan kesatuan.

"Pak Prabowo enggak mau buang-buang waktu, bahwasanya kami harus gerak cepat merangkul semua elemen bangsa ini. Nanti jadi mulai Oktober (pelantikan presiden) sudah mulai langsung ‘gas pol’," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (22/3).

Koalisi Indonesia Maju (KIM) berupaya membangun koalisi besar untuk membangun kekuatan di Parlemen. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan jajaran pengurus KIM telah menjalin komunikasi dengan partai politik di luar koalisi pengusung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di pemilihan presiden atau pilpres 2024.

“Kami akan terus membangun koalisi besar dengan berbagai macam partai politik yang ada di Senayan, dan komunikasi itu sekarang sudah berlangsung,” kata Muzani di sela konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Rabu (20/3).

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi dari PDIP. Hingga berita ini ditulis, Hasto belum membalas pesan singkat Katadata.co.id.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...