Luhut Terharu Beri Salam Perpisahan ke Jokowi: Selamat Jalan Pak, Jadi Kenangan
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rasa hormat dan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang akhir masa jabatannya.
Luhut menyampaikan penghargaan tersebut dengan rasa sedih dan terharu. Ia mengingat kembali berbagai keputusan penting yang diambil oleh Jokowi, seperti kebijakan pelarangan ekspor nikel yang awalnya menimbulkan tantangan tetapi kemudian membawa hasil positif untuk Indonesia.
Luhut juga menekankan bahwa Jokowi telah meninggalkan warisan kepemimpinan yang kuat dan mempengaruhi cara pandang dunia terhadap Indonesia.
Momen tersebut terjadi saat Luhut menyampaikan sambutan dalam peresmian pabrik bahan anoda baterai lithium milik PT Indonesia BTR Energy Material di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Rabu (7/8).
"Selamat jalan, Pak. Bapak akan menjadi kenangan. Walaupun masih 2-3 bulan sebagai presiden, tapi saya kira acara penting semacam ini buat saya pribadi sangat menyentuh," kata Luhut.
Luhut mengenang masa nostalgia saat Jokowi mengambil keputusan penting terkait pelarangan ekspor nikel. Luhut mengingat momen itu terjadi di pintu masuk Istana Kepresidenan yang berada di sisi belakang.
"Keputusan ini meskipun menyebabkan kerugian finansial US$ 1,5 miliar, ternyata berdampak positif jangka panjang pada negara. Sekarang buahnya kita disegani dan dihormati," ujar Luhut.
Luhut menyebut dampak dari keputusan larangan ekspor nikel sejak 2020 mampu menciptakan kepercayaan diri bangsa dihormati sebagai negara besar dengan karakter yang kuat dan dapat membuat keputusan tegas.
Menurut Luhut, Indonesia tidak lagi dianggap enteng oleh negara lain karena keberhasilan hilirisasi dan pengembangan ekosistem baterai dan mobil listrik. Pensiunan Jenderal TNI Angkatan Darat Kopassus itu menambahkan bahwa kini Indonesia punya kredibilitas dan kepercayaan sebagai magnet menjaring investor.
"Kita tidak dapat bersaing dengan negara tetangga hanya mengandalkan insentif, tapi kredibilitas dan kepercayaan jadi faktor kunci yang harus dipertahankan," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas yang telah dibangun oleh Jokowi selama 10 tahun terakhir. Luhut ingin memastikan bahwa warisan dan pencapaian kepemimpinan Jokowi tetap diteruskan dengan baik setelah masa jabatannya berakhir.
"Tidak ada orang anggap enteng lagi Indonesia, bahwa Indonesia bisa diatur. Indonesia adalah negara besar, negara yang punya karakter," katanya.
Setelah mengakhiri sesi pidato sambutannya, Luhut turun dari podium. Di tengah jalan menuju ke tempat duduk, Luhut menyempatkan diri untuk memberikan hormat sikap sempurna kepada Jokowi.
"Sekali lagi rasa hormat kepada Bapak Presiden karena bapak telah memimpin kami, tidak dari saya sendiri selama 10 tahun," tutup Luhut.
