Saham Wall Street Lanjutkan Penguatan Pascapemilu AS, Dow Jones Cetak Rekor

Nur Hana Putri Nabila
12 November 2024, 06:38
Wall street
Antara
Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (AS). ANTARA/Reuters/pri

Ringkasan

  • Presiden Prabowo Subianto telah mendirikan tim khusus untuk menjamin bahwa subsidi tepat sasaran, termasuk untuk kebutuhan energi, dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan strategi penyaluran subsidi yang mencakup bantuan langsung tunai (BLT), subsidi berbentuk barang untuk fasilitas umum guna menahan inflasi, dan peningkatan harga komoditas tertentu agar jumlah subsidi bisa ditingkatkan.
  • Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa subsidi elpiji (LPG) tidak akan diubah ke BLT namun tetap berbentuk barang, dengan pemerintah menerapkan strategi subsidi tepat sasaran melalui pendataan nomor induk kependudukan (NIK) untuk pembelian elpiji 3 kilogram, yang telah dimulai sejak 1 Januari 2024.
  • Total anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2024 mencapai Rp 433 triliun, dengan rincian untuk subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan elpiji. Meski harga minyak menurun, total realisasi subsidi energi pada kuartal II 2024 mencatat Rp 407 triliun, dengan anggaran subsidi BBM turun 20,57% menjadi Rp 138,5 triliun.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Senin (11/11). Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 300 poin dan mencatat rekor penutupan tertinggi. Kenaikan ini terjadi seiring dengan rally pasar yang berlanjut pascapemilu AS.

Dow yang terdiri dari 30 saham ini naik 304 poin atau 0,69%, menjadi 44.293,69. Kenaikan Dow membawa indeks di atas 44.000 untuk pertama kalinya. S&P 500 bertambah 0,1% dan mengakhiri hari di 6.001,35, hingga tembus rekor dengan melampaui 6.000 untuk pertama kalinya. 

Nasdaq Composite melayang di dekat garis datar, naik tipis 0,06% menjadi 19.298,76. Kemudian JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing naik 1% dan 2,2% hingga mendorong Dow. SahamBank of America dan Citigroup ditutup naik sekitar 2%. 

Kelompok saham utama telah melesat sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden minggu lalu. Hal itu karena para investor berharap kembalinya Trump ke Gedung Putih dapat membuat regulasi yang lebih mudah pada sektor perbankan. 

Di sisi lain, saham meme favorit GameStop melonjak 10%. Tesla juga melonjak lebih dari 9%, memperpanjang kenaikan pascapemilu. Namun, beberapa saham teknologi besar justru anjlok. Misalnya Apple turun hampir 2%, hingga Microsoft dan Amazon masing-masing turun sekitar 1%. Saham-saham berkapitalisasi kecil juga menguat, Russell 2000 naik sebesar 1,47%.

Seiring dengan bergairahnya Wall Street, Bitcoin melesat di atas US$ 87.000, didorong oleh harapan deregulasi. Saham terkait kripto, seperti Coinbase dan Mara Holdings, masing-masing naik 20% dan 30%.

Kepala Investasi di Morgan Stanley Wealth Management, Lisa Shalett, mengatakan bahwa kemenangan besar Partai Republik telah memicu optimisme pasar, meskipun harapan sebelumnya sudah cukup tinggi. Menurutnya, ini bukan perubahan besar yang akan membawa ekonomi menuju pertumbuhan tanpa lika-liku. Sebaliknya, hal ini lebih merupakan dorongan sementara yang dipicu oleh sentimen positif dan ketersediaan dana di pasar.

"Kami tetap mengambil pendekatan yang berhati-hati dan tidak condong ke satu arah,” kata Shalett dikutip CNBC, Selasa (12/11).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...