Prabowo Minta Malaysia Investigasi Penembakan WNI di Perairan Selangor

Ringkasan
- Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2024, disarankan mulai menyiapkan kabinet untuk menggantikan pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang berakhir pada Oktober mendatang, dengan persiapan meliputi pembentukan rumah atau tim transisi yang memiliki fungsi jelas untuk mempermudah penyusunan kabinet dan penyinkronan kebijakan.
- Peneliti CSIS, Nicky Fahrizal, menekankan pentingnya tim transisi tidak hanya sebagai gimik namun sebagai alat untuk memetakan dan mengoptimalkan kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan, menempatkan orang-orang yang tepat di posisi menteri, dan memaksimalkan peran serta capaian pemerintahan baru, dengan mempertimbangkan tantangan yang masih dihadapi Indonesia.
- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan Prabowo-Gibran sebagai pasangan calon terpilih pada Pemilu 2024 dengan 96.214.691 suara, mengungguli pasangan lainnya dalam pemilihan, namun penetapan resmi capres dan cawapres terpilih akan dilakukan pada 27 April 2024 setelah Mahkamah Konstitusi menetapkan putusan atas gugatan sengketa pilpres.

Presiden Prabowo Subianto mendorong adanya investigasi terhadap lima warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penembakan aparat APMM di sebuah kapal di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.
Dalam kejadian pada 24 Januari 2024 tersebut, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. "Kami juga yakin bahwa pihak Malaysia akan melaksanakan penyelidikan," kata Prabowo seusai menyampaikan arahan rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan pada Kamis (30/1).
Prabowo meminta agar masyarakat Indonesia tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk kegiatan penyelundupan ke negara asing. Ia menjelaskan, aktivitas ilegal memiliki risiko tinggi karena negara asing memiliki otoritas untuk mengambil tindakan hukum.
"Kalau menyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak," ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap sindikat yang menjanjikan banyak hal dalam aktivitas lintas negara.
"Jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu hal-hal yang tidak legal dan lebih berhati-hati dalam aktivitas lintas negara," kata Prabowo.
Dia jugatelah membicarakan insiden penembakan 5 WNI tersebut kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumput pada 27 Januari lalu. "Itu secara garis besar kami bicarakan," ujar Prabowo.
Prabowo juga mengaku telah memerintahkan pihak terkait untuk segera mengurus pemulangan terhadap 4 WNI luka-luka dan 1 jenazah ke Tanah Air.
Kementerian Luar Negeri juga menegaskan bahwa tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
Menurut Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Judha Nugraha, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah menemui empat WNI korban penembakan yang saat ini dirawat di RS Serdang dan RS Klang, Malaysia.
"Dua korban dalam kondisi stabil telah teridentifikasi berasal dari Provinsi Riau, sementara dua lainnya masih dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi," ujar Judha dalam keterangan resmi, Rabu (29/1).
Kedua korban kini dalam keadaan stabil dan mereka menyatakan bahwa tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari penumpang WNI terhadap aparat APMM. "Keterangan ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kejelasan peristiwa yang terjadi," ujarnya.
Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur tengah mengurus proses pemulangan jenazah satu WNI yang meninggal dunia. Repatriasi jenazah direncanakan akan dilakukan pada Rabu (29/1) melalui penerbangan Kuala Lumpur-Pekanbaru.
Kemlu juga memastikan pendampingan hukum bagi para korban dan akan menanggung biaya perawatan mereka hingga sembuh. Mereka juga mengumpulkan informasi guna mendapatkan konstruksi kejadian yang lebih jelas .