Aksi 'Indonesia Gelap' Digelar Lagi Hari Ini, Demonstran Ajukan 28 Tuntutan

Muhamad Fajar Riyandanu
21 Februari 2025, 20:29
Aksi demonstrasi Indonesia Gelap di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (21/2). Foto: Muhamad Fajar Riyandanu/Katadata
Katadata
Aksi demonstrasi Indonesia Gelap di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (21/2). Foto: Muhamad Fajar Riyandanu/Katadata

Ringkasan

  • Realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp1.714,2 triliun, naik 20,8% dari tahun sebelumnya, dengan PMA mendominasi sebesar 52,5%.
  • Investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan 52,2%, sementara penyerapan tenaga kerja mencapai 2.456.130 orang, naik 34,7%.
  • Sektor Industri Logam Dasar memiliki realisasi investasi terbesar, dengan Singapura menjadi investor terbesar dengan kontribusi US$20,1 miliar.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Demonstrasi bertajuk Indonesia Gelap kembali digelar di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (21/2). Mayoritas peserta aksi protes kali ini mengenakan setelan atas warna hitam.

Massa aksi unjuk rasa memadati seluruh area patung kuda hingga separuh bundaran air mancur di Jalan MH Thamrin. Selain penyampaian orasi dan membawa poster, aksi turun ke jalan kali ini diwarnai oleh pertunjukan musik dan tari sebagai bentuk protes.

Aksi demonstrasi hari ini ttidak hanya diramaikan oleh kalangan mudam namun juga kelompok ibu-ibu atau emak-emak. Mereka berinisiatif membagikan masker dan makanan berupa tahu isi kepada para pendemo.

Orator demonstran mulai membacakan 28 tuntutan sekitar pukul 18.30 WIB. Satu di antara puluhan tuntutan tersebut adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi anggota sekaligus merombak susunan Kabinet Merah Putih.

Selain itu, massa aksi juga menuntut revisi UU Minerba serta mencabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran. Orator mengatakan, efisiensi berpotensi membebani masyarakat terutama yang paling rentan. Ini lantaran sektor yang terancam pemangkasan adalah pendidikan dan kesehatan.

"Kebijakan efisiensi ini tidak adil dan harus dibatalkan,” kata koordinator aksi di atas mobil komando.

Pendemo juga menuntut realisasi anggaran tunjangan kinerja bagi dosen. Mereka mendesak pemerintah untuk merealisasikan anggaran tunjangan kinerja dosen demi memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

Demonstran juga mengajukan penolakan terhadap revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan. Mereka menganggap revisi aturan tersebut cenderung  memperkuat kekuasaan militer dan aparat penegak hukum.

“Ini tidak sesuai dengan semangat reformasi. Kami menolak revisi ini karena berpotensi merusak tatanan demokrasi yang sudah tercipta,” kata koordinator aksi.

Berikut daftar tuntutan tersebut:

1. Ciptakan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis serta Batalkan
Pemangkasan Anggaran Pendidikan
2. Copot PSN Bermasalah: Wujudkan Reforma Agraria Sejati
3. Cabut Revisi UU Minerba
4. Hapuskan Multifungsi ABRI
5. Sahkan RUU Masyarakat Adat
6. Cabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran
7. Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
8. Realisasikan Anggaran Tunjangan Kinerja Dosen ASN
9. Desak Prabowo Terbitkan Perppu Perampasan Aset
10. Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan
11. Efisiensikan dan Rombak Kabinet Merah Putih
12. Tolak Revisi Peraturan DPR tentang Tata Tertib
13. Reformasi Polri
14. Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja Kampus & Tenaga Kependidikan serta Menindak Kampus-Kampus yang Tidak Menyejahterakan Pekerja
15. Tolak Kekerasan pada Jurnalis, Tolak PHK Sepihak, dan Tolak RUU Penyiaran
16. Hentikan represifitas TNI-Polri di Papua, Hentikan Operasi Militer, Tarik Militer dari Papua, dan Berikan Akses Jurnalis untuk Masuk ke Papua
17. Sahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
18. Tolak Pembungkaman Berekspresi
19. Tegakkan K3 di Lingkungan Kerja di Seluruh Indonesia
20. Sahkan UU Ketenagakerjaan yang Baru Sesuai Putusan MK nomor 168 tahun 2024
21. Hapuskan Threshold Secara Menyeluruh dalam Undang-Undang Politik
22. Evaluasi UU Pekerja Migran Indonesia
23. Kaji Ulang RUU KUHAP dan Pangkas Wewenang Polisi
24. Kaji Ulang UU Nomor 3 Tahun 2024 Pasal 39 tentang Masa Jabatan Kepala Desa
25. Tolak Revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria
26. Akui Persamaan Hak Terhadap Ragam Gender, Seksualitas, dan Kelompok Marginal Lainnya
27. Wujudkan Akses Inklusif dan Ramah Disabilitas
28. Prioritaskan Agenda Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Setelah selesai membacakan tuntutan, koordinator aksi mulai mengimbau para pendemo untuk meninggalkan lokasi aksi. Ini karena terjadi ketegangan karena ada beberapa pengunjuk rasa mengarahkan kembang api ke arah aparat.

Mobil komando secara perlahan meninggalkan lokasi pukul 18.45 WIB. Tensi ketengan antara demonstran dan aparat mulai meningkat setelah mobil komando meninggalkan lokasi.

Lebih lanjut, para pengunjuk rasa juga menuntut evaluasi total program makan bergizi gratis (MBG). Mereke menilai program itu sering kali tidak mencakup masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kami meminta evaluasi menyeluruh dan memastikan distribusi yang tepat sasaran, agar rakyat miskin dapat merasak

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...