Pemerintah Tambah Modifikasi Cuaca untuk Tekan Banjir Jabodetabek


Pemerintah berencana meningkatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan deras penyebab banjir di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam dua hari terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menjelaskan banjir besar kali ini dipicu oleh hujan deras di wilayah hilir dan kiriman air dari hulu.
Operasi modifikasi cuaca bakal dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jakarta dan Jawa Barat bersedia menambah armada pesawat untuk OMC.
“Banjir ini masalahnya juga ada kiriman dari hulu, sementara di hilirnya hujan terus di daerah kawasan Jabodetabek. Maka curah hujannya harus dikurangi,” kata Pratikno di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (4/3).
Pratikno mengatakan, rekayasa cuaca akan berlangsung hingga pekan kedua Maret. Termin itu dapat diperpanjang jika situasi hujan deras masih berlanjut hingga dasarian kedua atau periode 10 hari kedua dalam satu bulan.
“Menurut perkiraan BMKG, sampai awal minggu kedua situasinya masih hujan lebat,” ujar Pratikno.
Pemerintah juga telah memulai proses evakuasi dan penyelamatan masyarakat terdampak banjir. Pratikno juga telah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Kementerian Sosial untuk menyediakan lokasi dan posko pengungsian, termasuk layanan kesehatan dan penyediaan makanan.
“Yang mendesak sekarang ini adalah penanganan terhadap warga yang terdampak,” kata mantan Menteri Sekretaris Negara itu.
Kementerian Koordinator PMK juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memulihkan jalan, jembatan, rumah ibadah dan fasilitas umum terdampak bencana banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan adanya bencana banjir di sejumlah titik di ibu kota. Mereka mencatat ada 1.229 warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengungsi.
"Ada 11 lokasi pengungsian yang tersebar di empat kelurahan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin malam (3/3).
Yohan menyatakan bahwa banjir yang terjadi itu diakibatkan meluapnya Kali Ciliwung sehingga mengakibatkan daerah yang berada di bantaran sungai terendam banjir. Luapan kali Ciliwung terjadi sejak Minggu malam (2/3).
Bencana banjir juga melanda Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (4/3). Salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bekasi, yakni Mega Bekasi Hypermall juga ikut terendam banjir. Seorang warganet di akun media sosial X @bimantaps mengunggah video menunjukkan air terus mengalir masuk ke lantai dasar mal.