Di Depan Prabowo, Puan Tolak Relokasi Rakyat Palestina dari Gaza
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani menyerukan penolakan relokasi warga Palestina dari Gaza. Puan pun mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menolak gagasan tersebut.
Pernyataan tersebut diucapkan Puan di depan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang dihadiri 38 negara anggota di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5). Rencana relokasi warga Gaza sempat diwacanakan Prabowo beberapa waktu lalu.
"Kita harus menolak gagasan merelokasi rakyat Palestina dari wilayah Gaza. Gaza adalah milik rakyat Palestina," kata Puan dalam pidatonya.
Pada forum tersebut, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyoroti situasi di Gaza yang mana masyarakat sipil menjadi korban perang, perempuan hingga anak-anak mengalami kepalapan, begitu juga dengan rumah sakit dan sekolah yang hancur.
"Kita harus dapat membantu dengan berbagai cara dan pengaruh yang kita miliki, untuk dapat mengakhiri situasi yang tidak berperikemanusiaan di Gaza," kata dia.
Ia menyatakan, Gaza harus dibangun kembali tidak hanya dengan gedung dan tembok, namun juga dengan harga diri, keadilan, dan harapan.
"Parlemen harus mendorong lebih banyak negara di dunia untuk secara resmi mengakui negara Palestina," kata Puan.
Puan juga mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui 'solusi dua-negara'.
Di sisi lain, Prabowo yang juga berbicara dalam forum itu menegaskan komitmen Indonesia mendukung kemerdekaan dan membela hak warga Palestina tidak akan pernah surut. Ia meminta negara-negara Islam bergerak nyata membela ketidadilan yang tejadi di negara itu.
"Saya menegaskan komitmen bangsa Indonesia yang tidak akan pernah surut, tidak akan pernah berhenti dalam membela hak rakyat Palestina untuk merdeka," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat membuka Konferensi Ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC) di DPR RI, Rabu (14/5) malam.
Prabowo menilai, bukan saatnya negara-negara Islam berdiskusi atau menyusun berbagai resolusi. Rakyat Palestina yang telalu lama menjadi korban dinilai membutukan aksi nyata.
Ia juga menyampaikan bahwa konstitusi Indonesia secara tegas mengamanatkan untuk turut serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Prabowo sebelumnya mewacanakan rencana evakuasi sementara 1.000 warga Palestina dari Gaza ke Indonesia. Ia sempat meminta dukungan sejumlah negara muslim lainnya seperti Turki, Mesir, dan Qatar, tetapi menuai penolakan.
