Prabowo Jelaskan Alasan RI Beli 50 Pesawat Boeing: Perlu untuk Besarkan Garuda
Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana pembelian 50 pesawat Boeing agar tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dapat diturunkan menjadi 19%. Prabowo menilai syarat tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat maskapai milik negara Garuda Indonesia.
“Memang kita perlu untuk membesarkan Garuda. Garuda adalah kebanggaan kita,” kata Prabowo di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (16/7).
Ia memandang hal ini sebagai pertemuan dua kepentingan yakni mendukung Garuda untuk memperkuat armada sekaligus menjadi instrumen negosiasi penurunan tarif resiprokal.
“Saya kira tidak ada masalah karena kita butuh. Mereka (AS) ingin menjual, pesawat Boeing juga cukup bagus,” ujarnya.
Komitmen Indonesia untuk membeli 50 pesawat Boeing merupakan salah satu instrumen lobi dagang yang menghasilkan penurunan tarif resiprokal menjadi 19% dari sebelumnya dipatok 32%.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Indonesia sepakat membeli produk migas dari AS senilai US$15 miliar atau sekitar Rp243,9 triliun (asumsi kurs Rp16.260 per dolar AS). Selain itu, Indonesia juga disebut berkomitmen membeli 50 unit pesawat Boeing dan produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat mengumumkan pemberlakuan tarif impor 19% untuk produk Indonesia ke AS. Tarif ini lebih rendah dari sebelumnya sebesar 32% yang merupakan bagian hasil negosiasi dengan AS.
"Kita akan punya akses penuh ke pasar Indonesia, dan ada beberapa kesepakatan serupa yang akan segera diumumkan,” kata Trump di depan Gedung Putih, Rabu (16/7), dikutip dari Reuters.
Di platform Truth Social miliknya, Trump menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup pembelian komoditas energi, produk pertanian, serta pesawat buatan AS, meski tanpa menyebutkan jangka waktu pembelian.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani sudah mengungkapkan rencana tersebut. “Kita masih penjajakan untuk kemungkinan pembelian pesawat Boeing, antara 50 sampai 75 unit,” kata Wamildan saat ditemui usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (4/7).
Wamildan belum merinci waktu pasti realisasi pembelian tersebut, namun ia menyebut kemungkinan besar Garuda Indonesia akan memilih tipe Boeing Max, seperti seri 737 Max dan 787. “Masih dalam pembicaran, ada opsi 737 Max, 787, ada Max 8, ada baseline,” ujarnya.

