Di Balik Kematian Diplomat ADP: Polisi Cari Ponsel, Terakhir Terlacak di Mall GI

Ade Rosman
29 Juli 2025, 20:14
Suasana rumah kos tempat meninggalnya seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). Berdasarkan keterangan Kapolsek Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rezha Rahan
Katadata/Fauza Syahputra
Suasana rumah kos tempat meninggalnya seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). Berdasarkan keterangan Kapolsek Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rezha Rahandhi, korban ditemukan tewas di dalam kamar kosnya dengan kondisi tubuh berbalut selimut pada Selasa (8/7) pagi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polda Metro Jaya mengakui belum menemukan ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP, yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi muka terlilit lakban di kamar kosnya. Keberadaan ponsel tersebut diperlukan untuk mengungkap perkara. 

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, hingga kini petugas belum dapat menemukan ponsel milik ADP yang biasa digunakan untuk sehari-hari. Ponsel itu diketahui bermerk Samsung Ultra.

"Kami sampaikan bahwa handphone tersebut belum ditemukan," kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/7).

Menurut Wira, ponsel tersebut terakhir terdeteksi keberadaannya di mal Grand Indonesia (GI) Jakarta Pusat. Kondisi ponsel yang mati menurutnya mempersulit petugas untuk menemukan posisi terkini. 

"Perlu kami sampaikan bahwa HP ini terakhir off berada di Grand Indonesia. Ya namanya hp off ya, kita juga susah untuk melacaknya," kata Wira.

ADP tercatat sempat mengunjungi GI pada Senin (7/7), atau sehari sebelum ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Setelah dari GI, ADP hendak pergi ke bandara, namun, ia berbalik ke arah Gedung Kemenlu setelah 300 meter berjalan dari GI.

"Jadi enggak sampai, paling baru berjalan sekitar 200-300 meter langsung balik arah menuju ke arah Kemenlu," kata Wira.

ADP pun masuk ke Gedung Kemenlu pada Senin (7/7) malam, dengan membawa dua buah tas. Namun, tas itu tak dibawanya kembali saat keluar dari lokasi sekitar 1 jam 26 menit kemudian. ADP pun kembali ke kosnya, dan kemudian tewas keesokan harinya. 

Kematian ADP kini menjadi sorotan publik lantaran dinilai penuh kejanggalan. Namun, kesimpulan sementara dari kepolisian menyebutkan diplomat muda itu meninggal karena bunuh diri. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...