Prabowo Mendadak Panggil Kapolri hingga Jaksa Agung Semalam, Bahas Masalah Beras
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/7). Pertemuan yang berlangsung pukul 21.00 WIB itu membahas soal penertiban pasokan beras serta pelanggaran standar mutu beras premium dan medium di pasaran.
Rapat terbatas malam itu dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto.
Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Kepala Negara menyatakan tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran standar mutu beras premium dan medium di pasaran.
“Proses penegakkan hukum harus berjalan,” kata Teddy dalam keterangannya yang diunggah di media sosial Instagram @sekretaris.kabinet, dikutip Kamis (31/7).
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa dari 268 merek beras yang diperiksa, sebanyak 212 tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Ia juga menemukan kandungan patahan beras (broken) melebihi batas dalam regulasi.
"Broken-nya bahkan ada sampai 50%. Jadi tidak sesuai standar," kata Amran seusai rapat di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/7).
Amran menegaskan bahwa pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar. Ia juga telah menyerahkan hasil pemeriksaan beras yang tidak sesuai standar kepada Kapolri dan Jaksa Agung. "Arahan Bapak Presiden, tindak lanjuti. Nanti kita akan rakortas,” ujarnya.
