Serba-serbi Protes Rencana Kenaikan PBB 250% di Pati, Berujung Bupati Minta Maaf

Ameidyo Daud Nasution
7 Agustus 2025, 15:14
bupati, sudewo, pbb
Instagram/humaspati
Bupati Pati Sudewo. Foto: Instagram/humaspati
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bupati Pati, Sudewo mengeluarkan keputusan kontoversial yang memicu gelombang protes masyarakat. Sudewo menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB‑P2) sebesar 250%.

Kenaikan pajak ini diputuskan Sudewo bersama camat dan Paguyuban Solidaritas Kepala Desa pada 18 Mei 2025. Alasannya, bahwa tarif PBB sudah lama tak dinaikkan.

Protes pertama kali muncul pada 20-29 Mei 2025 sejak keputusan itu disepakati.Gelombang protes makin memanas ketika pernyataan Sudewo viral di media sosial.

“Siapa yang akan melakukan penolakan? silahkan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50 ribu orang suruh mengerahkan, saya tidak akan gentar, saya tidak akan mengubah keputusan,” kata Sudewo seperti dikutip pada Kamis (7/8).

Merespons hal tersebut, kelompok yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran pada 13 Agustus mendatang. Sudewo memutuskan untuk meminta maaf atas pernyataannya. Ia juga berjanji akan meninjau lagi kenaikan tersebut.

"Saya tidak menantang, sama sekali tidak (berniat) menantang rakyat," kata Sudewo dalam pernyataan pers yang diunggah akun Instagram Humas Kabupaten Pati, Kamis (7/8).

 Berikut serba-serbi rencana Sudewo mengerek PBB di Pati:

Alasan Kerek PBB

Sebelumnya,Pemerintah Kabupaten Pati beralasan kenaikan ini dilakukan karena Kabupaten Pati selama 14 tahun tidak pernah menaikkan tarif PBB P-2.

Dari informasi Humas Kabupaten Pati, kenaikan diperlukan untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya untuk infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.

Tantang Warga yang Siap Demo

Mendengar rencana kenaikan PBB P-2, warga berencana menggelar protes. Demonstrasi rencananya akan digelar pada Rabu (13/8). Namun Sudewo mengaku tak takut. Dia bahkan balik menantang warga agar mampu membawa puluhan ribu massa.

"Silakan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50 ribu orang suruh mengerahkan, saya tidak akan gentar, saya tidak akan mengubah keputusan,” kata Sudewo seperti dikutip pada Kamis (7/8).

Posko dan Logistik Warga Disita

 Masyarakat merespons tantangan Sudewo dengan membuat posko donasi di depan Kantor Bupati. Meski demikian, logistik posko ini disita oleh Satpol PP Kabupaten Pati.

Berujung Minta Maaf

Menghadapi ancaman demo yang tak juga surut, Sudewo meminta maaf atas pernyataannya. Dia mengaku tak bermaksud menantang warga atas rencana demo penolakan kenaikan PBB-P2.

Politikus Partai Gerindra itu juga memohon maaf atas karena Satpol PP membubarkan posko donasi. Ia mempersilakan masyarakat Pati menggelar demonstrasi.

"Saya tidak menantang, sama sekali tidak (berniat) menantang rakyat," kata Sudewo dalam pernyataannya hari ini.

Janji Tinjau Kenaikan PBB

Sudewo mengatakan kenaikan PBB P-2 sebesar 250% tak berlaku untuk semua masyarakat. Namun ia juga berjanji akan meninjau kembali kenaikan pajak tersebut.

 "Kenaikan 250% tidak semuanya, itu maksimal. Yang 100% dan 50% jauh lebih banyak," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...