Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna RI ke Presiden Peru, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi kepada Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, yakni Bintang Republik indonesia Adipurna. Menurutnya, hal tersebut merupakan imbal balik setelah dirinya menerima Grand Cross of the Order of the Sun of Peru saat kunjungan kenegaraan ke Peru pada November 2024.
Kepala Negara menilai penghargaan kepada dirinya merupakan bentuk penghormatan dari masyarakat Indonesia. Prabowo mengatakan, dasar pemberian Bintang RI Adipurna ke Presiden Boluarte adalah meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara yang signifikan.
"Selain itu, Presiden Boluarte telah secara signifikan meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara. Kami berharap kerja sama ini akan terus ditingkatkan pada masa yang akan datang," kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/8).
Penghargaan Bintang RI Adipurna terakhir diberikan ke warga negara asing pada 2017 ke Raja Swedia, Carl XVI Gustaf. Adapun penerima Bintang RI Adipurna sebelum Presiden Boluarte adalah Prabowo Subianto yang diberikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo.
Prabowo mengatakan salah satu peningkatan kerja sama yang dilakukan Boluarte adalah penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Peru atau IP-CEPA pada Senin (11/8). Purnawirawan TNI ini menilai perundingan perjanjian tersebut tergolong cepat karena hanya memakan waktu 14 bulan.
Untuk diketahui, perundingan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa atau IEU-CEPA hampir genap memakan waktu 10 tahun. Prabowo berpendapat implementasi IP-CEPA akan memperluas akses pasar dan meningkatkan perdagangan kedua negara.
Presiden Boluarte mengatakan pihaknya akan memperingati 50 tahun hubungn diplomatik Indonesia-Peru di ibu kota negaranya, Lima. "Saya menegaskan kembali tekad Peru untuk meningkatkan dan mendedikasikan hubungan kerja sama dengan Indonesia agar bersama di jalur kemajuan dan demi kebaikan kedua bangsa," kata Boluarte.
Boluarte menilai kunjungannya hari ini akan melanjutkan momentum diplomasi positif antara negaranya dan Indonesia. Adapun, IP-CEPA dinilai akan meneruskan momentum positif tersebut.Boluarte menjelaskan salah satu pertimbangan percepatan penyelesaian IP-CEPA adalah performa perekonomian Indonesia.
