Deret Fakta Ratusan Siswa Keracunan MBG di Sragen, Korban Keluhkan Rasa Aneh

Ade Rosman
13 Agustus 2025, 14:51
Sejumlah siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/8/2025).
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
Sejumlah siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis pada Senin, (11/8).

Makanan MBG itu dikonsumsi para siswa dan guru di sekolah maupun dibawa ke rumah dan disantap oleh anggota keluarganya. Usai menyantap makanan tersebut, dirasakan gejala keracunan seperti mual, pusing, hingga diare.

Pemkab Sragen pun menghentikan sementara distribusi makanan sambil menunggu hasil uji laboratorium.

"Untuk pendistribusian MBG yang berasal dari penyedia yang dimungkinkan mengakibatkan keracunan ini jeda setidaknya dua hari," kata Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan akan meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman MBG ke sekolah.

"Pokoknya kami berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kejadian lagi dan kami tingkatkan SOP-nya termasuk mulai memilih bahan baku yang baik, memendekkan waktu masak, memendekkan waktu penyiapan, memendekkan waktu pengiriman," kata Dadan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8) dikutip dari Antara.

Ia menyoroti Dadan peningkatan SOP agar nantinya menu makanan tak terlalu lama disimpan di sekolah.

Korban Berasal dari Dua Sekolah

Berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun, korban keracunan MBG ini berasal dari dua sekolah yang ada di Kabupaten Sragen, yakni SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong.

Gejala Keracunan

Plt. Kepala Sekolah SMPN 1 Gemolong Aris Sudarmanto menuturkan keesokan hari setelah menyantap menu MBG, terdapat orangtua siswa yang menghubungi sekolah dan menceritakan para siswa. "Hari berikutnya ada orang tua yang menghubungi sekolah, 'Pak, anak kok banyak yang ngeluh ini ya... sampai ke Puskesmas," kata Aris, seperti ditayangkan di YouTube Tribunnews.

F, salah seorang siswa mengaku merasakan ada yang aneh dari menu MBG kala itu. Ia pun merasakan tak bisa tidur pada malam harinya, dan kemudian diatasi dengan membeli obat ke apotek terdekat.

Pemkab Bentuk Crisis Center, Siagakan Puskesmas 24 Jam

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan telah menyiagakan Puskesmas 24 Jam untuk mengantisipasi adanya kemungkinan adanya korban lainnya.

"Menyiagakan Puskesmas 24 jam untuk merespons laporan masyarakat terkait dengan kemungkinan ada gejala keracunan lagi," kata dia.

Sigit juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait keracunan 251 orang tersebut. Selain itu, terkait proses investigasi telah dikirimkan sampel makanan ke laboratorium di Semarang.

"Kami sedang mengirim sampel makanan ke lab di Semarang. Kita harus menunggu hasilnya beberapa waktu," kata Sigit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...