RI Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis, Prabowo akan Tambah 148 Prodi Kedokteran
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia masih mengalami situasi kekurangan tenaga medis sekitar 140 ribu dokter umum dan 70 ribu dokter spesialis. Di sisi lain, presiden menjelaskan Indonesia saat ini hanya mampu mencetak 12 ribu dokter umum dan 2.700 dokter spesialis per tahun.
Dengan laju tersebut, Prabowo mengatakan Indonesia butuh waktu lama sekitar 35 tahun untuk menutup kekurangan 70 ribu dokter spesialis. Presiden menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono, Cawang, Jakarta Timur pada Selasa (26/8).
“Selama 35 tahun baru terisi 70 ribu, maka dokter yang sekarang sudah tidak ada. Jadi kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak normatif,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan akan membuka 148 program studi baru dan 57 fakultas kedokteran tahun ini untuk untuk mengejar kekurangan jumlah dokter di Indonesia. 148 program studi itu teridir dari 125 prodi untuk spesialis dan 23 prodi untuk sub-spesialis.
“Fakultas kedokteran yang sekarang harus kita tambah, jumlah mahasiswa dan jumlah lulusannya” ujar Prabowo.
Perbanyak Bangun Rumah Sakit
Selain memperbanyak jumlah tenaga medis, pemerintah juga berencana untuk menambah fasilitas kesehatan baru. Prabowo menargetkan pembangunan 500 rumah sakit berkualitas atau minimal satu rumah sakit modern di setiap kabupaten dalam empat tahun ke depan.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu mengatakan saat ini sudah ada progres pembangunan 30 rumah sakit baru tahun ini. Pemerintah juga telah menargetkan adanya pembangunan 66 rumah sakit tambahan sampai akhir 2026.
Adapun pendirian rumah sakit baru akan diproritaskan di daerah terpencil yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai, misalnya di Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau serta Tobelo dan Taliabu yang terletak di Provinsi Maluku Utara.
“Kesejahteraan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang paling miskin dan yang paling tinggal di terpencil berhak mendapat pelayanan kesehatan terbaik,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan pembangunan rumah sakit modern di sejumlah kawasan terpencil di Indonesia merupakan persoalan krusial. Ia mencontohkan durasi penanganan untuk penyakit darurat seperti stroke berada dalam kurun periode tiga jam.
“Kalau terkena kena stroke, kalau dapat pelayanan tiga jam maka selamat, bisa aktif kembali. Lewat tiga jam terapinya lama, bisa jadi beban bagi keluarga,” kata Prabowo.
