Dino Patti Djalal Duga Penjarahan Rumah Sri Mulyani Libatkan Tangan Siluman
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menduga penjarahan rumah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 31 Agustus 2025 lalu melibatkan ‘tangan-tangan siluman’.
Melalui sebuah video yang diunggahnya di akun X pribadinya @dinopattidjalal, ia menuturkan sejumlah kejanggalan terkait penjarahan rumah Sri Mulyani.
“Saya meyakini bahwa penjarahan terhadap rumah pribadi mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani melibatkan tangan-tangan siluman,” kata Dino, dalam unggahan tersebut, dikutip Jumat (19/9).
Dino mengaku telah mengenal Sri Mulyani selama kurang lebih 25 tahun, namun hingga kini ia tak mengetahui di mana rumah pribadinya. Namun, pada saat peristiwa penjarahan itu, secara tiba-tiba informasi alamat rumah Sri Mulyani diketahui para penjarah.
“Ada ratusan, bahkan ribuan orang yang tidak ada hubungannya sama sekali tiba-tiba bisa tahu alamat persis dari rumah beliau berarti ada yang mencari informasi tersebut dan memberikannya kepada masa dan ini berarti ada konspirasi,” kata dia.
Kejanggalan lainnya ditunjukan dengan para penjarah yang bukan berasal dari sekitar rumah Sri Mulyani. Para penjarah juga tak mengindahkan rumah lain di sekitar kediaman Sri Mulyani tersebut.
“Saya yakin sebagian besar, bahkan mungkin semuanya tidak ada yang tahu bahwa yang mereka jarah itu adalah rumah Sri Mulyani,” kata Dino.
Mantan Wamenlu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menyoroti para penjarah yang datang secara bergerombol, bahkan datang dengan menumpang truk secara bersama-sama, yang menunjukkan adanya mobilisasi massa untuk melakukan penjarahan secara terencana dan bersama-sama.
Penjarahan yang terjadi pada dini hari juga dianggap janggal. Dino menilai kejanggalan sangat terlihat di sana, terlebih dengan banyaknya massa yang turun menjarah.
“Biasanya orang kalau menjarah itu di siang hari. Jam 1 pagi adalah waktu di mana orang sedang tidur nyenyak. Tidak ada orang yang sedang tidur nyenyak dan kemudian bangun rame-rame jam 1 pagi untuk pergi jauh ke suatu rumah khusus hanya satu rumah khusus untuk menjarah rumah tersebut,” kata dia.
Fakta itu, kata Dino, menunjukkan gambaran bahwa para penjarah sudah dikondisikan untuk bertemu pada titik dan waktu tertentu dengan tujuan yang sudah diatur oleh ‘tangan-tangan siluman’. Berdasarkan sejumlah poin itu, ia meyakini penjarahan rumah Sri Mulyani bukanlah gerakan organik masyarakat. Dino juga meminta polisi hingga Badan Intelijen Negaregara (BIN) mengusut hal tersebut.
“Siapa yang merencanakan? Apa motivasinya? Siapa yang mengendarai truk-truk? Dan siapa yang membayar truk-truk tersebut? Siapa yang memberikan komando di lapangan? Saksi dan pelakunya banyak sekali. Video dan fotonya juga ada di mana-mana,” kata Dino.
Dino menyatakan, alasannya bersuara terkait penjarahan mantan bendahara negara tiga era presiden itu karena ia tak mau tokoh berintegritas seperti Sri Mulyani sengsara. Menurutnya, Sri Mulyani tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu.
“Silakan kejar dan maki-maki para koruptor. Sri Mulyani bukan koruptor. Sri Mulyani adalah seorang idealis yang selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia dengan segala keterbatasan dan tekanan politik yang dihadapi,” kata Dino.
Dino juga mengatakan banyak jasa dari Sri Mulyani untuk Indonesia, salah satunya merintis dan membangun program beasiswa LPDP.
Ia mengutuk penjarahan di rumah Sri Mulyani dan meminta para pelaku mengembalikan barang-barang yang telah mereka ambil.
“Kepada orang-orang yang dimanipulasi oleh tangan-tangan siluman untuk melakukan penjarahan di rumah Sri Mulyani, ingatlah ini, yang kalian simpan di kamar anda itu adalah barang haram, barang curian,” kata dia.
