Rentetan Kasus Keracunan MBG, Teranyar Ratusan Siswa di Bandung Barat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban. Teranyar, ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat data per Rabu (24/9) sore korban keracunan mencapai 842 orang.
“Total korban keracunan sebanyak 842 orang. Data terakhir pada pukul 16.24 WIB,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N Sukandar, di posko kesehatan Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu (24/9) malam, seperti disiarkan di YouTube Tribunnews.
Lia menuturkan jumlah itu merupakan hasil akumulasi dari serangkaian peristiwa sejak Senin (22/9) hingga Rabu (24/9), di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Kejadian keracunan massal pertama terjadi di Cipongkor, tercatat 393 orang menjadi korban yang terdiri dari siswa PAUD hingga SMK. Korban mengkonsumsi menu MBG yang disiapkan dari SPPG Cipari, Kecamatan Cipongkor, pada Senin (22/9).
Dua hari berselang, sebanyak 449 siswa mengalami hal serupa di Cipongkor serta Cihampelas. Semula terdapat perbedaan jumlah korban yang dikarenakan perhitungan awal kasar. Saat ini, data korban telah disesuaikan laporan Dinas Kesehatan.
Atas peristiwa ini, pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh seperti itu,” kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail di Bandung Barat, Selasa, dikutip dari Antara.
Jeje juga menyebut SPPG di wilayah tersebut telah ditutup sementara. Pemkab Bandung Barat juga akan mengevaluasi secara menyeluruh 85 dapur lainnya yang ada di wilayah Bandung Barat, yang diakui Jeje belum seluruhnya memiliki sertifikasi sehat.
“Semuanya tetap kita evaluasi karena data yang saya dapat, 85 dapur memang masih belum memiliki sertifikasi. Yang kita stop saat ini baru dapur di Cipongkor,” kata Jeje.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Empat siswa SMPN 1 Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga keracunan manu MBG pada Rabu (24/9). Tiga siswa sudah pulang, sementara satu lainnya masih dirawat di Puskesmas Jonggol.
Kasus keracunan massal MBG juga dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Kasus dilaporkan di dua daerah berbeda dalam satu hari pada Rabu (24/9) yaitu di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. Belasan siswa dilaporkan menjalani perawatan usai menyantap menu MBG.
Keracunan menu MBG juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 20 siswa dilaporkan menjalani perawatan usai menyantap menu MBG, dua di antaranya dilaporkan kritis.
Beda Data BGN dengan Pemerintah
Badan Gizi Nasional menjabarkan total kasus keracunan MBG sejak Januari hingga September 2022 berjumlah 4.711 kasus. Dengan daerah paling banyak terjadi di Jawa Barat. Data ini berbeda dengan yang disampaikan Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari yang mengungkapkan 5.000 siswa mengalami keracunan.
Qodari menyebut data itu didapat dari BGN, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Rincian data siswa keracunan MBG versi BGN hingga 22 September 2025:
Wilayah 1
18 Februari 2025: SPPG Empat Lawang Tebing Tinggi Tanjungkupang Sumatera Selatan. Jumlah korban 8 orang.
5 Mei 2025: SPPG PALI Talang Ubi Handayani Mulya Sumatera Selatan. Jumlah korban 172 orang.
22 Agustus 2025: SPPG Indragiri Hilir Tembilahan Hilir, Riau. Jumlah korban 28 orang.
26 Agustus 2025: SPPG Tulung Pasukan Mataram Baru, Lampung. Jumlah korban 27 orang.
27 Agustus 2025: SPPG Bengkulu Lebong Sakti Lemeu Pit, Bengkulu. Jumlah korban 467 orang.
29 Agustus 2025: SPPG Sukabumi, Lampung. Jumlah korban 503 orang.
2 September 2025: SPPG Menang Raya Pedamaran. Jumlah korban 76 orang.
Wilayah 2
14 Januari 2025, SPPG Indramayu Sindang Kenanga. Jumlah korban, 6 orang.
16 Januari 2025, SPPG Khusus Kab. Sukoharjo.
Jumlah korban 40 Orang. 19 Februari 2025, SPPG Pandeglang Menes. Jumlah korban 480 orang.
14 April 2025, SPPG YAYASAN AL IBRIZ, Kab. Batang.
Jumlah korban 28 Orang. 21 April 2025, SPPG Limbangansari, Cianjur. Jumlah korban 254 Orang.
21 April 2025, SPPG khusus Karanganyar. Jumlah korban 9 Orang.
23 April 2025, SPPG Sleman 1. Jumlah korban 31 orang.
28 April 2025, Sleman Berbah Sendangtirto. Jumlah korban 30 orang.
30 April 2025, SPPG Coblong, Kota Bandung. Jumlah korban 320 Orang.
1 Mei 2025, SPPG Manggungjaya, Tasikmalaya. Jumlah korban 38 Orang.
6 Mei 2025 SPPG, Tanah Sareal Sukadamai. Jumlah korban 223 Orang.
29 Juli 2025 SPPG Cangkringan, Jumlah korban 38 Orang.
31 Juli 2025, SPPG Kuningan Cilimus. Jumlah korban 35 Orang.
31 juli 2025 SPPG, Kulon Progo Wates. Jumlah korban 305 Orang.
6 Agustus 2025, SPPG Sukabumi Cilodong, Jumlah korban 15 Orang.
12 Agustus 2025, SPPG Sragen, Gemolong. Jumlah korban 196 orang.
13 Agustus 2025, SPPG Sleman, Mlati. Jumlah korban 157 Orang.
14 Agustus 2025, SPPG Karawang, Malajaya. Jumlah korban 82 Orang.
22 Agustus 2025, SPPG Indramayu, Gabuswetan. Jumlah korban 2 Orang.
26 Agustus 2025, SPPG Sleman, Berbah, Jogotirto. Jumlah korban 137 Orang.
29 Agustus 2025, SPPG Kalibata. Jumlah korban 3 Orang 2 September 2025, SPPG Serang. Jumlah korban 6 Orang.
8 September 2025, SPPG Khusus Koja, Jakarta. Jumlah korban 14 Orang.
9 September 2025, SPPG Pamekasan, Tlakan. Jumlah korban 8 Orang.
11 September, 2025 SPPG Wonogiri, Wonokarto. Jumlah korban 131 Orang.
17 September 2025, SPPG Garut, Kadungora. Jumlah korban 14 Orang 17 September 2025, SPPG Jatis, Lamongan. Jumlah korban 14 Orang.
Wilayah 3
13 Januari 2025: SPPG Nunukan Selatan. Jumlah korban 90 orang.
24 Januari 2025: SPPG Kec. Ujung Bulu Caile 2. Jumlah korban 4 orang.
27 Januari 2025: SPPG Pangkajene, Kepulauan Minasatene. Jumlah korban 7 orang.
23 April 2025: SPPG Bombana Rumbia. Jumlah korban 7 orang.
22 Juli 2025: SPPG Kota Kupang, Kelapa Lima Oesapa Barat. Jumlah korban 140 orang.
23 Juli 2025: SPPF Sumba Barat Daya Kota Tambolaka Rada. Jumlah korban 65 orang.
30 Juli 2025: SPPG Manokwari, Manokwari Barat Padarni I. Jumlah korban 6 orang.
28 Agustus 2025: SPPG Kota Palu Palu Selatan Tatura Utara. Jumlah korban 20 orang.
3 September 2025: SPPG Lombok Tengah, Pringgarata Murbaya. Jumlah korban 9 orang.
17 September 2025: SPPG Sumbawa Empang, Bungaeja 2. Jumlah korban 106 orang.
17 September 2025: SPPG Banggai Kepulauan Tingangkung. Jumlah korban 339 orang.
