Mahmoud Abbas Sebut Hamas Tak Akan Punya Peran dalam Pemerintahan Palestina
Mahmoud Abbas, Presiden Otoritas Palestina mengatakan Hamas tak akan punya peran dalam pemerintahan mendatang di Palsetina. Abbas juga mengatakan Hamas akan menyerahkan senjata dalam penyelesaian pascaperang.
Pernyataan tersebut disampaikan Abbas saat Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis (25/9). Abbas, yang tak mendapatkan visa kunjungan ke PBB di New York, menyampaikan pidatonya lewat video.
Mahmoud Abbas beralasan, pemerintahan Palestina di Tepi Barat menolak apa yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober. Hamas saat itu menyerang Israel dan menargetkan warga sipil hingga menculik ratusan orang.
"Tindakan ini tidak mewakili rakyat Palestina, juga tidak mewakili perjuangan mereka yang adil untuk kebebasan dan kemerdekaan," kata Abbas.
Otoritas Palestina mengelola Tepi Barat tetapi tidak dengan Jalur Gaza. Otoritas tersebut juga tidak memiliki peran langsung dalam negosiasi gencatan senjata atau perencanaan pascaperang untuk Gaza.
Meski demikian, Abbas mengatakan Gaza secara integral tetap bagian dari Palestina. "Kami siap memikul tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di sana," katanya.
Mahmoud Abbas juga mengecam Israel atas genosida di Gaza. Dia mengatakan, hal yang dilakukan Israel bukan agresi, namun sebuah kejahatan perang.
"Akan dicatat dalam buku sejarah dan halaman hati nurani internasional sebagai salah satu bab paling mengerikan dari tragedi kemanusiaan di abad ke-20 dan ke-21," ujar Abbas.
