BGN Buka Hotline Pengaduan di Tengah Ramai Kasus Keracunan, Ini Kontaknya
Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat berpartisipasi aktif jika menemukan permasalahan dalam program penyaluran makan bergizi gratis atau MBG. BGN pun membuka layanan pengaduan melalui saluran telepon atau hotline terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawasi jalannya program. "Kami ingin pelaksanaan MBG berjalan transparan dan berkualitas. Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aduan maupun masukan," ujar Nanik dalam siaran pers, dikutip Minggu (28/9).
Ia menekankan, partisipasi publik akan membantu pemerintah menindaklanjuti setiap temuan di lapangan secara cepat. "Dengan adanya saluran aduan, masyarakat bisa ikut mengawal agar program tepat sasaran," kata dia.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menjelaskan, saluran pengaduan beroperasi setiap Senin-Jumat pada pukul 09.00-22.00 WIB. Ada dua nomor hotline yang dapat dihubungi, yakni 088293800268 (operator 1) dan 088293800376 (operator 2).
"Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," kata Hida.
Selain menerima aduan, saluran tersebut juga berfungsi sebagai pusat informasi. Masyarakat dapat menghubungi hotline untuk menanyakan teknis program, distribusi pangan, maupun standar kualitas yang diterapkan dalam MBG.
Menurut Hida, transparansi dan partisipasi publik diyakini sebagai kunci keberhasilan MBG, yang tidak hanya meningkatkan gizi anak Indonesia, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal sebagai penyedia pangan.
Adapun BGN sebelumnya telah memiliki layanan pengaduan melalui laman "BGN.lapor.go.id" untuk menerima aduan, keluhan, dan kritik terhadap layanan MBG. BGN juga memiliki akun media sosial resmi yang terbuka terhadap pesan-pesan aduan dari masyarakat.
Selain itu, BGN menjanjikan sesi jumpa pers berkala, yaitu sepekan sekali kepada wartawan, untuk memberikan informasi-informasi terbaru mengenai MBG. Mereka juga akan memberikan kesempatan bagi para awak media untuk mendapatkan penjelasan dari BGN manakala ada insiden-insiden keracunan, beserta tindak lanjutnya.
Berdasarkan catatan BGN, terdapat 5.914 pemerima manfaat MBG yang mengalami keracunan sejak Januari hingga 25 September yang tersebar di 70 lokasi. Para penerima yang menjadi korban terdiri dari anak sekolah dan ibu hamil. BGN mencatat kasus tersebut tersebar di tiga wilayah. Wilayah II atau Jawa menjadi yang tertinggi dengan 41 kasus yang melibatkan 3.610 orang.
