Istana Respons Pencabutan ID Wartawan Imbas Tanya Soal MBG, Cari Jalan Keluar

Ira Guslina Sufa
29 September 2025, 06:42
Mensesneg Prasetyo Hadi sampikan soal isu politik terkini
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampikan isu politik terkini di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi respons atas putusan Biro Pers Sekretariat Presiden yang mencabut kartu identitas pers untuk peliputan di Istana milik jurnalis CNN Indonesia pada Sabtu (27/9). Menurut Prasetyo ia telah meminta Biro Pers mencari jalan keluar atas kabar yang berkembang. 

Sebelumnya, Biro Pers mencabut identitas peliputan khusus untuk wartawan istana dari seorang jurnalis CNN Indonesia bernama Diana Valencia. Pencabutan itu berkaitan dengan pertanyaan Valencia mengenai kasus keracunan ribuan siswa akibat mengkonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertanyaan itu diajukan Valencia saat Presiden Prabowo Subianto kembali dari lawatan kenegaraan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (27/9).

“Ya kita cari jalan keluar terbaik lah. Jadi besok kami sudah menyampaikan kepada Biro Pers untuk coba dikomunikasi dan cari jalan keluar terbaik. Kita bangun komunikasi bersama lah,” kata Prasetio usai menghadiri rapat dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.

Prasetio menjelaskan bahwa pihaknya bersama Biro Pers Sekretariat Presiden akan membangun komunikasi dan mencari jalan keluar terbaik dengan pihak CNN Indonesia. Rencananya, pertemuan antara pihak Biro Pers dan CNN Indonesia akan berlangsung pada Senin (29/9) hari ini. 

Saat ditanya lebih lanjut terkait adakah atensi dari Presiden Prabowo, Prasetio menekankan bahwa kejadian tersebut cukup diketahui olehnya.

ID Pers Dijemput ke Kantor CNN

Dalam kesempatan sebelumnya secara terpisah, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV, Titin Rosmasari, dalam pernyataan perusahaan di Jakarta hari ini mengonfirmasi terjadinya pencabutan kartu identitas pers Istana atas nama jurnalis Diana Valencia.

Menurut Titin, kejadian berlangsung pada Sabtu (27/9) sekitar pukul 19.15 WIB, ketika seorang petugas Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mengambil langsung ID pers tersebut di kantor CNN Indonesia.

Titin menyatakan pihaknya terkejut atas tindakan tersebut dan mempertanyakan dasar pencabutan ID pers tanpa penjelasan resmi.

CNN Indonesia telah mengirimkan surat kepada BPMI dan Menteri Sekretaris Negara untuk meminta klarifikasi atas keputusan itu. “Kami tentu mempertanyakan alasan pencabutan ID Pers tersebut,” ujarnya dalam keterangan itu.

Ia menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan Diana Valencia kepada Presiden Prabowo terkait program MBG bersifat kontekstual dan menjadi perhatian publik. CNN Indonesia pun dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan BPMI pada Senin (29/9) pagi untuk menindaklanjuti surat permintaan klarifikasi tersebut.

Sementara itu Dewan Pers dalam pernyataan resmi meminta Biro Pers istana segera memulihkan akses liputan untuk Valencia. Selain itu Biro Pers diminta memberi penjelasan alasan pencabutan dilakukan. 

“Dewan Pers kembali mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh wartawan/jurnalis di mana pun bertugas,” ujar Dewan Pers dalam pernyataan resmi. 

Menurut Dewan Pers wartawan dalam peliputannya mengemban amanah publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Atas alasan itu Dewan Pers mengharapkan agar kasus ini maupun kasus serupa tidak terulang di masa mendatang demi terjaganya iklim kebebasan pers di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...