Buntut Kejadian Al Khoziny, Prabowo Perintahkan Menko Imin Cek Bangunan Ponpes
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memeriksa struktur bangunan di pondok-pondok pesantren. Hal ini agar insiden sehingga ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, tidak terulang lagi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, perintah diberikan Prabowo kepada Cak Imim dalam rapat terbatas di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/10).
"Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya," kata Teddy pada Minggu (5/10) dikutip dari Antara.
Sedangkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakanambruknya bangunan bangunandi Ponpes Al Khoziny telah menjadi perhatian khusus Prabowo. Presiden juga akan meminta evaluasi serta pendataan dari keamanan bangunan ponpes.
"Ke depan, kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan-bangunan," kata Prasetyo di Jakarta, Minggu (5/10).
Jumlah korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk pada Senin (29/9) kembali bertambah. Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) mengatakan korban meninggal akibat kejadian tersebut mencapai 39 jiwa.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, dari 39 korban meninggal dunia tersebut, dua di antaranya yang ditemukan merupakan potongan tubuh.
Sejak Sabtu (4/10) siang, tim berhasil mengangkat 23 jenazah dalam kurun waktu 24 jam. Hingga saat ini, tim dari Basarnas telah berhasil mengevakuasi 143 orang. Nanang juga mengatakan, masih ada 23 korban yang belum ditemukan.
"Artinya, dengan kondisi sekarang, secara matematis besar evakuasi dapat selesai besok Senin (6/10) siang," kata Nanang dikutip dari Antara, Minggu (5/10).

