Sandra Dewi Cabut Gugatan Penyitaan Asetnya dalam Kasus Timah
Istri terpidana kasus dugaan korupsi timah Harvey Moeis, Sandra Dewi, mencabut gugatan keberatan penyitaan asetnya dalam kasus timah. Pencabutan gugatan diajukan Sandra lewat kuasa hukumnya sebelum Majelis Hakim membacakan kesimpulan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Majelis Hakim pun menerima permohonan pencabutan tersebut. Ini berarti sidang permohonan keberatan yang diajukan Sandra otomatis berakhir.
"Para pemohon memberikan kuasa surat pencabutan tanggal 28 Oktober 2025. Pada pokoknya bahwa pemohon tunduk dan patuh kepada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Hakim Ketua Rios Rahmanto di PN Jakpus, Jakarta, Selasa (28/10) dikutip dari Antara.
Sebagian aset yang diminta kembali oleh Sandra yakni sejumlah tas; dua unit kondominium di Gading Serpong, rumah di Pakubuwono, Jakarta Selatan; hingga rumah di Permata Regency, Jakarta.
Sebelumnya, Sandra Dewi mengajukan gugatan agar asetnya dikembalikan negara. Sejumlah barang yang disita dalam kasus suaminya itu merupakan barang pribadi miliknya. Barang tersebut antara lain sejumlah perhiasan, 88 tas, rumah di Jakarta Selatan, dan deposito Rp 33 miliar.
Sidang gugatan tersebut juga mulai digelar pada Jumat (24/10). Saat persidangan, penyidik Kejaksaan Agung Max Jefferson Mokola menjelaskan keanehan klaim Sandra Dewi atas kepemilikan 88 tas mewah yang disebutnya berasal dari hasil endorsement.
Max mengatakan penyidik Kejagung sempat memanggil sejumlah pihak terkait klaim Sandra mengenai tas tersebut. Salah satu yang dipanggil adalah pihak yang bekerja sama dari pemberi tas. Dari keterangan saksi tersebut, penyidik menemukan adanya kejanggalan.
Ia menyoroti pola endorse yang dilakukan kepada Sandra Dewi. Max juga mengungkapkan terdapat bukti transfer dari Harvey Moeis ke rekening asisten Sandra Dewi bernama Ratih, yang digunakan untuk membeli tas.
Selain itu, terdapat pula pemilik tas yang tidak dapat menjelaskan asal tasnya, dari mulai harga hingga kapan waktu penyerahan tas tersebut. “Itu ketika pemeriksaan mereka tidak bisa menjelaskan, dan dipanggil berikutnya untuk membuktikan itu, mereka tidak datang,” kata Max.
