Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Bahas Riset untuk Bisnis Danantara
Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ke Istana Merdeka Jakarta pada Senin (24/11). Arif menghadap Prabowo didampingi oleh Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.
Arif mengatakan salah satu agenda pertemuan dengan presiden kali ini untuk membahas penguatan riset dan pengembangan untuk bisnis dari badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“BRIN diharapkan bisa memberikan kontribusi berupa penguatan penelitian dan pengembangan untuk bisnis,” kata Arif sebelum memasuki gerbang masuk Istana.
Arif mengatakan, BRIN akan segera bertemu Danantara untuk membahas urusan riset dan pengembangan setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo kali ini. “Kami akan segera bertemu dengan Danantara untuk membahas ini,” ujarnya.
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) 2017-2025 itu menjelaskan BRIN mendapat penugasan khusus untuk mendukung inovasi program strategis pemerintah yang mencakup sektor pangan, energi, dan hilirisasi industri.
Arif juga mengatakan BRIN diperintahkan untuk lebih aktif berkolaborasi dengan kementerian. Ini agar kebijakan pemerintah yang disusun menggunakan hasil riset dan temuan ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan nantinya.
“Program-program pembangunan sebaiknya menggunakan produk-produk inovasi yang sudah dihasilkan,” kata Arif.
Arif sebelumnya mengatakan, sumber pendanaan riset nantinya bisa datang dari Danantara. Ia menyebut penelitian dan pengembangan sektor pangan menjadi salah satu yang terpenting karena merupakan instruksi langsung dari Presiden.
Ia menilai setiap provinsi perlu memiliki fasilitas dan kapasitas riset dan inovasi yang kuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Arif menjelaskan, isu pangan memiliki cakupan riset yang luas, mulai dari benih, pupuk, teknik budidaya, hingga pascapanen dan pengolahan.
Arif mengatakan, pengadaan science techno park di daerah sebagai langkah dalam percepatan pengembangan riset. Menurutnya, science techno park berperan menjembatani riset dengan industri, sehingga bisa menjadi pilar ekonomi daerah sesuai bidang keunggulan masing-masing.
“Dengan adanya science techno park daerah, dengan fokus pada bidang keunggulan daerah, insyaallah masalah-masalah yang ada di daerah ini bisa diselesaikan,” ujar Arif di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (10/11).
