65% Responden Memilih Kualitas Produk Dibandingkan Harga yang Murah

Image title
28 November 2025, 10:27
Trend Maker Summit 2025
Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Masyarakat kelas menengah di Indonesia tidak lagi memprioritaskan harga yang murah sebagai faktor utama dalam membeli sebuah barang. Mereka lebih mengutamakan kualitas produk yang tahan lama serta kegunaan dan manfaat tambahan.

Berdasarkan riset Katadata Insight Center, Indonesia Middle Class in Motion: Smarter Choice, Wiser Spending, 65,7 % responden lebih memilih kualitas produk yang tahan lama dibandingkan harga yang murah. Direktur Eksekutif Katadata Insight Center Fakhridho Susilo mengatakan, 55,7% responden memilih kegunaan serta 52,7% memilih manfaat tambahan.

``Angka tersebut menunjukkan bahwa kegunaan lebih diutamakan daripada daya tarik harga. Kelompok SES B menonjol di semua kategori yang  menunjukkan penekanan yang lebih kuat pada kegunaan, pertimbangan lingkungan, dan nilai uang dibandingkan dengan kelompok lain. Nilai didasarkan pada apa yang tahan lama dan apa yang berfungsi, kegunaan dan ketahanan mendefinisikan nilai yang dirasakan saat ini,`` ungkap Fakhridho di acara Trend Maker Summit 2025 di Jimbaran, Bali, Jumat (28/11/2025).

Fakhridho menambahkan, riset ini merupakan bagian dari Katadata Indonesia Middle Class Insights (KIMCI) yang akan diluncurkan pada April 2026. Riset ini dilakukan terhadap 463 responden dengan usia 17-59 tahun di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya. Responden yang dipilih adalah perwakilan kelas menengah dengan pengeluaran Rp2-Rp10 juta per kapita per bulan.

Menurut Fakhridho, kelas menengah Indonesia bukan hanya segmen konsumen terbesar (sekitar dua pertiga populasi), tetapi juga denyut nadi perekonomian dan pergeseran gaya hidup negara ini. Masyarakat kelas menengah adalah mesin pertumbuhan Indonesia yang tangguh, adaptif, dan semakin reflektif

``Selama setahun terakhir, mereka menghadapi inflasi, kelebihan digital, dan pergeseran aspirasi — semua hal ini mendorong mereka untuk mempertimbangkan kembali apa yang benar-benar penting: nilai, keseimbangan, dan makna. Saat kelas menengah mendefinisikan ulang cara mereka hidup, berbelanja, dan bercita-cita — mereka juga membentuk kembali seperti apa masa depan Indonesia akan terlihat,`` jelas Fakhridho.

Dia menjelaskan, pilihan kelas menengah hari ini yaitu apa yang mereka hargai, bagaimana mereka beradaptasi dengan teknologi, dan bagaimana mereka menyeimbangkan keberlanjutan dan kenyamanan adalah sinyal awal dari ekonomi dan budaya negara di masa depan.

Fakhridho menambahkan, responden juga lebih menghargai merek yang terbuka dan jujur dibandingkan citra. Hal ini  terlihat dari hasil riset di mana 59% responden memilih mereka yang transparansi dan kejujuran sebagai indikator terkuat. Selain itu, 57% responden memilih produk yang benar-benar memenuhi kebutuhan

``Tanda-tanda tujuan seperti peduli terhadap isu sosial/lingkungan (37%) dan mendukung komunitas lokal (37%) memperdalam koneksi emosional. Kelompok berpenghasilan tinggi menempatkan makna yang lebih besar pada solusi nyata, tanggung jawab lingkungan, dan narasi yang menginspirasi. Makna tumbuh dari merek yang jujur, berguna, dan benar-benar berkontribusi — bukan yang bergantung pada citra,`` jelas Fakhridho.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...