Prabowo: MBG Sudah Dinikmati 44 Juta Penerima, Produksi 2 Miliar Porsi Makanan
Presiden Prabowo Subianto memamerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dinikmati oleh 44 juta penerima. Program ini juga telah memproduksi lebih dari dua miliar porsi makan.
"Saya merasa hasil kerja sama kita sudah bisa dibuktikan kepada rakyat. Saya terima kasih kepada Kepala BGN, hingga hari ini, sudah lebih dari 44 juta penerima manfaat anak-anak kita, ibu-ibu hamil, anak-anak usia dini," ujar Prabowo dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat malam (29/11).
Ia menilai, bahwa prestasi ini cukup membanggakan. Jumlah ini jauh lebih besar dari total realisasis yang semula diproyeksikan mencapai 1,8 miliar porsi makanan yang dapat diproduksi dan disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Prabowo pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada para menteri-menteri perekonomian yang membantu dirinya menjaga ekonomi tetap baik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. "Kami berdiri di depan rakyat dengan kepala yang tegak, bahwa kami mampu mengendalikan perekonomian Indonesia dengan kehati-hatian, dan niat kami menjalankan pemerintahan adalah yang adil, bersih, dan bebas dari penyelewenangan dan korupsi," ujar Prabowo.
Anggaran Baru Terserap Separuh
Kementerian Keuangan sebelumnya mencatat, realisasi penyerapan anggaran program makan bergizi gratis alias MBG per 18 November 2025 baru mencapai Rp 41,3 triliun dari alokasi Rp 71 triliun pada tahun ini.
“Ini artinya baru sekitar 58,2% dari alokasi APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) sebesar Rp 71 triliun,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi November 2025, Kamis (20/11).
Suahasil mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) masih bisa menggunakan anggaran sekitar Rpo 30 triliun pada dua bulan terakhir tahun ini yakni November dan Desember 2025.
“Alokasi ini akan disesuaikan seiring pencapaian target menuju 82,9 juta penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia,” ujar Suahasil.
Kementerian Keuangan mencatat realisasi MBG tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini seiring dengan percepatan realisasi serapan anggaran menuju akhir tahun. “Sebarannya termasuk di Maluku dan Papua, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan, dan Sumatra,” ujar Suahasil.
Target 82,9 Juta Penerima MBG pada 2026
Kepala BGN Dadan Hindayana memproyeksikan penyaluran total sasaran penerima MBG 82,9 juta orang dapat rampung paling lambat pada Februari 2026. Termin ini bergeser dari target distribusi MBG ke seluruh penerima pada Desember tahun ini.
“Kami usahakan selambat-lambatnya Februari. Tapi kami yakin masih bisa kejar (akhir tahun) tergantung intensitas gangguan yang terjadi,” kata Dadan seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/10).
Dadan menjelaskan ada sejumlah kendala yang mempengaruhi adanya potensi perubahan penyaluran MBG kepada 82,9 juta penerima dari Desember tahun ini ke Februari 2026. Meski tidak menguraikan secara detail, Dadan mengatakan saat ini terdapat masalah yang memengaruhi distribusi paket MBG serta proses verifikasi.
“Sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kami sudah mulai diganggu. Ketika sistem kami diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi kadang-kadang ada gangguan seperti itu yang memang kami sedang atasi terus,” ujar Dadan.
