Pariwisata Sumbang PDB hingga 4,9%, Menpar Incar Fokus Baru Sport Tourism

Kamila Meilina
7 Desember 2025, 19:10
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Indonesia Sport Summit, Minggu (7/12)
Katadata/Kamila Meiliana
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Indonesia Sport Summit, Minggu (7/12)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pariwisata menargetkan pengembangan sport tourism sebagai fokus baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seiring kuatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pariwisata masih menjadi salah satu penopang ekonomi nasional, dengan kontribusi yang diperkirakan berada di kisaran 3,96% hingga 4,9% tahun ini. 

Ke depannya, ia menilai sport tourism menjadi salah satu tema perjalanan dengan potensi ekonomi terbesar. Secara global, wisata olahraga terbukti menarik minat tinggi. 

“Indonesia sebenarnya sudah punya modal besar. Kita memiliki banyak fasilitas olahraga ikonik tersebar di seluruh penjuru negeri,” kata dia di Indonesia Sport Summit, di Jakarta Pusat, Minggu (7/12). 

Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96% pada kuartal I sampai kuartal III 2025. Sementara itu, perhitungan Office of Chief Economist Bank Mandiri memperkirakan kontribusi lebih tinggi, yakni 4,9% pada semester I 2025. 

Sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni 25,91 juta orang. Widiyanti menjelaskan peningkatan kontribusi tersebut didorong oleh kenaikan jumlah wisatawan. 

Tahun ini, wisatawan Nusantara diproyeksikan tumbuh 18,89% dibandingkan tahun lalu, sementara wisatawan mancanegara meningkat 10,13%. 

“Pertumbuhan ini mendorong aktivitas ekonomi melalui belanja wisatawan selama berada di Indonesia,” ujarnya.

Melihat tren tersebut, sport tourism dinilai menjadi potensi baru dalam menarik minat wisatawan. Sementara itu menurut Widi tantangannya adalah bagaimana mengemasnya menjadi daya tarik wisata berkualitas sepanjang tahun.

 Potensi ini menurutnya tergambarkan melalui Expedia mencatat 44% wisatawan rela bepergian ke luar negeri untuk menghadiri acara olahraga, dengan pengeluaran rata-rata mencapai 1.500 dolar AS per kunjungan. 

UN Tourism juga mencatat sport tourism menyumbang 10% dari total belanja wisata global pada 2023 dan diperkirakan tumbuh hingga 17,5% pada 2030.

Salah satu cabang yang disebut paling potensial adalah sepak bola, mengingat besarnya basis penggemar di Indonesia. Survei Expedia 2025 menunjukkan 36% wisatawan olahraga melakukan perjalanan untuk sepak bola.

Ia mencontohkan pengembangan sport tourism di negara lain, seperti Anfield Stadium di Liverpool yang mampu menarik hampir 400 ribu wisatawan pada 2024 melalui tur stadion dan museum klub.

Di Indonesia, upaya serupa mulai dilakukan, termasuk pengembangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai destinasi sport tourism melalui pembahasan antara Pemerintah Kota Bandung, DPRD Jawa Barat, dan World Bank.

Selain fasilitas olahraga, Widiyanti menyebut peluang juga datang dari meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Survei Nielsen 2025 mencatat 86% masyarakat Indonesia kini lebih proaktif menjaga kesehatan, menciptakan pasar besar untuk event lari, sepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness.

Sejumlah event disebutnya telah memberikan dampak nyata, termasuk Pocari Sweat Run di Mandalika yang menarik 9.000 peserta, 70% di antaranya dari luar Lombok, dan menciptakan dampak ekonomi Rp 85,5 miliar  




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...