Kronologis Dugaan Penipuan Ayu Puspita Wedding Organizer hingga Ditangkap Polisi

Ade Rosman
9 Desember 2025, 14:15
Ilustrasi.
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nz
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kasus dugaan penipuan wedding organizer Ayu Puspita ramai di media social. Para korban menggeruduk kediaman pemilik wedding organizer Ayu Puspita di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (7/12) malam.

Polres Metro Jakarta Timur turun tangan meredam kericuhan penggerudukan tersebut. Sekitar 200 korban meminta pertanggungjawaban Ayu.

“Menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan penipuan oleh penyedia jasa WO tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim Polres Metro Jakarta Timur langsung menuju lokasi untuk memastikan keamanan tetap terkendali,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal, Senin (8/12) dikutip dari Antara.

Ayu kini telah ditangkap oleh polisi. Selain Ayu, polisi juga menangkap empat orang lainnya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar mengatakan telah menerima laporan dari para korban.

“Kami sudah menerima laporan dari para korban WO itu. Saat ini dari semalam, ada lima orang dari pihak WO itu lagi kita periksa. Iya termasuk (Ayu),” kata Onkoseno kepada wartawan, Senin (8/12).

Selain Ayu, empat orang lainnya yakni HE, BDP, DHP, dan RR. Kelima orang ini masih berstatus sebagai saksi.

Kasus ini mencuat di media sosial usai salah satu rekan dari korban mengunggah kasus yang menimpa rekannya itu.

Pada hari pernikahannya yang diselenggarakan Sabtu 6 Desember 2025 lalu, korban yang mempercayakan pernikahannya pada WO Ayu dikecewakan karena katering yang dipesannya tak dikirimkan Ayu.

Salah satu korban lain benisial SOG juga melaporkan Ayu ke Polres Metro Jakarta Utara dengan dugaan penipuan atau penggelapan. Korban mengaku telah melunasi biaya resepsi senilai Rp 82,7 juta, tapi fasilitas yang didapatkan saat hari pelaksanaan tidak sesuai kesepakatan, di sisi lain tak ada itikad menyelesaikan masalah dari Ayu.

Korban Ayu terus bertambah, terhitung 87 korban yang berasal dari berbagai daerah melaporkan Ayu ke kepolisian, sebelum akhirnya penggerebekan terjadi. Para korban berasal dari sekitar Jabodetabek.

Karena korbannya yang berasal dari berbagai daerah, kasus ini dikoordinasikan Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya. Polisi tengah mengumpulkan sejumlah bukti seperti bukti percakapan dengan korban, bukti transfer uang, serta data lainnya. Adapun, kerugian para korban dalam kasus ini pun bervariasi.

Meski belum merincikan kerugian para korban, Onkoseno menaksir kerugian mencapai ratusan juta.

“Sampai ratusan (juta), kalau total dari semuanya. Dia menawarkan paket pernikahan, pada kenyataannya tidak memenuhi ketentuan itu,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...