Kunjungi Aceh, Prabowo Minta Maaf Perbaikan Infrastruktur Belum Rampung
Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena pemerintah belum dapat memperbaiki infrastruktur terdampak banjir sumatera yang rusak. Prabowo menyoroti salah satu infrastruktur yang belum mampu dipulihkan pemerintah adalah aliran listrik di daerah terdampak banjir Sumatera.
"Saya janji kami akan memperbaiki infrastruktur terdampak secara bersama-sama. Saya minta maaf kalau ada perbaikan infrastruktur yang belum selesai," kata Prabowo saat mengunjungi area tenda pengungsian Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, Jumat (12/12).
Sebelumnya, Prabowo telah menyetujui anggaran perbaikan rumah terdampak di daerah bencana Sumatera senilai Rp60 juta per rumah. Anggaran tersebut bertujuan membantu para pengungsi mengganti hunian mereka yang rusak maupun hancur akibat longsor dan banjir bandang.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mencatat ada 112 ribu rumah terdampak kerusakan akibat bencana alam di Sumatera. Kerusakan tersebut terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Secara rinci, terdapat 75 ribu rumah terdampak di Aceh, 28,9 ribu rumah di Sumatera Utara, dan 8.900 rumah di Sumatera Barat. Data ini berpotensi bertambah karena proses identifikasi masih berlangsung.
Rincian data kerusakan rumah per Rabu (10/12) pukul 17.00:
Aceh
Rusak Ringan: 26.490 unit
Rusak Sedang: 14.974 unit
Rusak Berat: 32.050 unit
Hanyut: 1.428 unit
Sumatera Utara
Rusak Ringan: 19.528 unit
Rusak Sedang: 3.895 unit
Rusak Berat: 4.277 unit
Hanyut: 922 unit
Sumatera Barat
Rusak Ringan: 5.435 unit
Rusak Sedang: 1.113 unit
Rusak Berat: 1.753 unit
Hanyut: 686 unit
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebagian besar aliran listrik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali menyala. Sebelumnya, ketiga provinsi tersebut mengalami pemadaman listrik akibat banjir bandang yang terjadi pekan lalu.
“Di Aceh itu 759 ribu pelanggan listriknya sudah menyala, (jumlahnya) 52% dari total 1,4 juta pelanggan terdampak,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (5/12).
Di Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen, banjir bandang menyebabkan lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV hancur total. Empat tower roboh dan satu lainnya mengalami kerusakan setelah banjir dan angin kencang melanda wilayah tersebut.
Anggia mengatakan per 3 Desember, ketika Kementerian ESDM mengunjungi Bireuen, telah dilakukan pengangkutan material tower yang roboh menggunakan helikopter.
“Ini dilakukan karena akses jalan terputus semua. Total material yang harus dibawa sebanyak 35 ton,” ujarnya.
