Tim SAR Temukan Jenazah Pelatih Valencia CF yang Tenggelam di Labuan Bajo

Ameidyo Daud Nasution
4 Januari 2026, 15:39
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12/2025).
ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/YU
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Petugas menduga korban yang ditemukan adalah pelatih klub sepakbola wanita Valencia CF Fernando Martin Carreras. Kepastian ini setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat melakukan identifikasi.

"Betul. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol," kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, NTT, Minggu (4/1) dikutip dari Antara.

Penemuan jenazah Carreras terjadi setelah tim menyisir pulau-pulau terdekat yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal. "Tim SAR gabungan menurunkan sonar serta melakukan penyelaman untuk mencari korban yang tenggelam," kata Henry.

Dengan penemuan terbaru, maka tim telah menemukan dua korban Putri Sakinah yang tenggelam. Pekan lalu, tim SAR telah menemukan jenazah anak berusia 12 tahun.

KM Putri Sakinah yang membawa Fernando Martin Carreras dan keluarganya tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo pada Jumat, 26 Desember 2025 lalu.

Kapal pinisi tersebut membawa 11 penumpang. Selain Carreras dan keluarga, kapal ditumpangi oleh satu pemandu wisata dan empat kru.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan alasan kapal tersebut bisa berlayar di tengah cuaca ekstrem. Dudy mengatakan setiap kapal yang akan melakukan aktivitas pelayaran harus mengantongi izin layar atau surat persetujuan berlayar (SPB) yang dikeluarkan pemerintah.

Kementerian Perhubungan pada saat itu memang mengeluarkan izin layar kepada 186 kapal, salah satunya Kapal Putri Sakina. Namun hal ini dilakukan saat kondisi cuaca memang masih memungkinkan untuk berlayar. Akan tetapi pada saat itu ada titik-titik tertentu yang memiliki gelombang air laut cukup tinggi.

“Hanya ada satu kapal yang berada di titik yang kondisi ombaknya ternyata tiba-tiba berubah,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, Rabu (31/12).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...