Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan pada 2025
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia saat ini sudah mencapai swasembada pangan pada 2025. Hal ini disampaikannya saat momentum panen raya di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
"Saya presiden republik indonesia dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan 2025 bagi seluruh bangsa indonesia," kata Prabowo.
Saat dilantik sebagai Presiden, Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun hal ini ternyata bisa diwujudkan dalam kurun waktu satu tahun pemerintahannya.
Berdasarkan data badan pusat statistik, jumlah produksi beras nasional per Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka ini surplus 4 juta ton dibandingkan angka kebutuhan 2025.
Kondisi ini membuat Indonesia tidak mengimpor beras konsumsi maupun jagung pakan pada 2025.
Prabowo mengatakan nantinya swasembada pangan tidak hanya berlaku untuk beras saja, namun juga komoditas jagung, singkong, hingga bawang putih. "Jagung dalam waktu dekat akan swasembada. Pakan akan murah untuk peternak dan petani," ujarnya.
Selain swasembada Prabowo juga berencana menurunkan lagi harga pupuk. Hal ini sebelumnya sudah dia lakukan pada 2025. Dia mengharapkan harga pupuk yang lebih terjangkau.
Prabowo menginginkan bisa menjadi presiden yang mewujudkan harga pangan, pupuk, benih bisa turun dan terjangkau di semua bidang.
"Saya bahagia, saya senang sekali, saya melihat penuh harapan. kalau banyak tokoh nyinyir, kita buktikan bisa swasembada pangan setiap tahun," ujarnya.
Prabowo didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan perwakilan kelompok petani, saat pengumuman swasembada pangan itu.
Menko Zulhas, Mentan Amran, dan perwakilan petani itu juga ikut menumbukkan alunya ke dalam lesung bersama Presiden.
Selepas itu, Presiden lanjut menyalami satu per satu perwakilan petani yang naik di atas panggung, kemudian Presiden meninggalkan lokasi panen raya.
