Panen Padi 8 Ton per Hektare, Petani Cianjur Raih Satyalancana dari Prabowo

Tim Publikasi Katadata
8 Januari 2026, 11:32
Foto udara petani memanen padi di Desa Majasari, Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Satyalancana Wira Karya kepada petani Cianjur atas keberhasilan meningkatkan produktivitas padi hingga 8 ton per hektar
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/rwa.
Foto udara petani memanen padi di Desa Majasari, Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Satyalancana Wira Karya kepada petani Cianjur atas keberhasilan meningkatkan produktivitas padi hingga 8 ton per hektare, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perayaan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang berlangsung di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi momen bersejarah bagi para petani di berbagai daerah. Salah satu penerima penghargaan yang terhormat adalah Aseng, anggota Kelompok Tani Ciraden, Campaka, Kabupaten Cianjur.

Aseng menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai pengakuan atas kerja kerasnya bersama para petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan di daerah, yang berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan suara penuh syukur, Aseng yang sehari-hari bertani, berbagi cerita tentang perjalanan kelompok taninya yang mengelola sawah seluas 15 hektare dan berhasil meraih penghargaan ini.

Alhamdulillah, yang saya terima adalah piagam dan penghargaan. Terima kasih kepada Bapak Endang, PPL Campaka, dan Bapak Bupati Cianjur yang mendukung kami dalam meraih piagam ini. Terima kasih banyak,” ujar Aseng.

Peningkatan hasil panen padi kelompoknya, menurut Aseng, tidak lepas dari pendampingan dari penyuluh dan bantuan benih unggul, seperti Benih Pajajaran, yang diberikan pemerintah.

“Dulu panen biasa mencapai 6,5 ton per hektare, sekarang bisa mencapai 8 ton per hektare. Itu berkat bantuan Benih Pajajaran,” katanya.

Aseng juga mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang dirasa sangat mendukung petani. Program seperti lumbung padi, penurunan harga pupuk, dan harga jual gabah yang tinggi, menurutnya, sangat membantu perekonomian petani.

“Pupuk yang sebelumnya mahal, sekarang turun 20 persen. Pupuk murah yang disubsidi sangat membantu perekonomian kami,” jelasnya.

Meskipun lahan yang dikelola Aseng secara pribadi hanya seluas 500 meter, ia tetap optimistis terhadap masa depan pertanian, terutama setelah mendengarkan arahan langsung dari Prabowo pada acara pengumuman swasembada pangan tersebut.

Aseng juga mengutarakan harapannya kepada Prabowo untuk lebih memperhatikan regenerasi petani, mengingat saat ini minat anak muda untuk bertani masih rendah. “Tolong dukung pemuda dan pemudi untuk bergerak di sektor pertanian Indonesia,” harapnya.

Selain Aseng, Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang berhasil berkolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah mereka.

Beberapa di antaranya adalah Mohammad Naudi Nurdika, Setyo Wahono, Aep Syaepuloh, Toni Kasmiri, Yugi Bayu Hendarto, Andhi Ardana Valeriandra Putra, Dili Eko Setyawan, Don Muzakir, serta petani inspiratif Mugi Raharjo dan Nurul Hadi dari Indramayu.

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan dari Republik Indonesia yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau warga negara asing yang memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan negara, serta karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjadi teladan bagi orang lain.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...