Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo soal Koreksi Desain IKN
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan fasilitas lembaga legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Selain percepatan, Presiden juga memberikan sejumlah koreksi terhadap rencana pembangunan, khususnya terkait desain dan fungsi kawasan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, koreksi tersebut mencakup penyesuaian desain kawasan agar lebih adaptif terhadap kondisi iklim dan lingkungan di IKN. Menurut Prasetyo Hadi, kawasan IKN punya karakter wilayah yang panas, berada di kawasan berhutan, serta memiliki potensi kebakaran hutan.
"Misalnya sebuah kawasan yang ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya. Contoh, penambahan embung-embung," kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (15/1).
Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa presiden telah meminta agar proses pembangunan IKN seluruhnya memperhitungkan aspek mitigasi risiko lingkungan.
Menurut Prasetyo, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono juga telah melaporkan pemasangan sejumlah sensor untuk mendeteksi potensi kebakaran dan kondisi lingkungan lainnya di kawasan IKN.
"Sudah ada beberapa metode, termasuk pemasangan sensor-sensor. Presiden meminta agar itu terus diuji coba," ujarnya.
Prabowo sebelumnya melangsungkan kunjungan kerja ke IKN pada Senin (12/1) hingga Selasa (13/1). Setelah bermalam di ibu kota baru, Prabowo melanjutkan kunjungan kerjanya di daerah dengan bertolak ke Malang, Jawa Timur untuk meresmikan Sekolah Menangah Atas (SMA) Taruna Nusantara.
