Kunjungan perdana Presiden Prabowo ke IKN menjadi sinyal politik penting bagi keberlanjutan proyek ibu kota baru, namun belum sepenuhnya menghapus keraguan publik dan investor.
Presiden Prabowo memerintahkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan fasilitas lembaga legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta memberikan koreksi terhadap rencana desain.
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja perdana ke proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur pada Senin (12/1), setelah sebelumnya hadir di akhir masa jabatan Jokowi.
Pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif di IKN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, akan dibangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) berkapasitas 74 ton.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan realisasi pembangunan fisik untuk kawasan yudikatif, legislatif, serta kompleks perkantoran mulai dikerjakan secara serentak pada Desember 2025.
Sarawak mengumumkan rencana investasi dengan IKN, termasuk pengembangan jalur kereta api dan maskapai Air Borneo, untuk menghubungkan pulau Kalimantan, serta kerja sama di sektor kesehatan.
Otorita IKN menandatangani delapan kontrak pembangunan kawasan legislatif, yudikatif, dan kantor pendukung. Total 20 dari 28 paket Tahap 2 sudah berjalan menuju target 2028.
Nusantara Smart City Forum 2025 mempertemukan Indonesia dan Korea Selatan untuk memperkuat kolaborasi teknologi kota cerdas di IKN guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan IKN berlangsung sesuai rencana tata ruang serta melindungi kawasan hutan yang menjadi fondasi IKN sebagai kota hutan.