Progres Pembangunan Rumah Sementara oleh BUMN di Aceh Timur Capai 97 Persen

Tim Publikasi Katadata
17 Januari 2026, 18:36
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan 14 titik lahan HGU milik sejumlah perkebunan untuk lokasi pembangu
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan 14 titik lahan HGU milik sejumlah perkebunan untuk lokasi pembangunan huntara dengan ukuran 4,5 x 4.5 meter persegi per unit bagi warga korban bencana hidrometeorologi akhir November lalu yang kehilangan rumah atau mengalami rusak berat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

BUMN terus melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh. Setelah menyelesaikan pembangunan rumah sementara di Aceh Tamiang, kini BUMN melanjutkan tahap kedua di Aceh Timur.

Pembangunan rumah sementara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam penanganan korban bencana. Tujuannya untuk menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak. Salah satu BUMN yang terlibat aktif adalah PT Hutama Karya (Persero). 

Di Aceh Timur, Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya membangun 45 unit rumah sementara yang tersebar di dua desa. Pembangunan ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana, serta memastikan distribusi hunian sementara dapat merata di wilayah timur Aceh.

Sebanyak 35 unit rumah sementara dibangun di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, di atas lahan sekitar 960 meter persegi. Sedangkan 10 unit lainnya didirikan di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan luas lahan sekitar 495 meter persegi. 

Semua hunian dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

Fasilitas umum seperti toilet, musala, dan dapur umum juga dibangun untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga selama masa transisi. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

"Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan rumah sementara di kedua desa tersebut telah mencapai 97 persen," ujar Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1).

Mardiansyah menambahkan, seluruh struktur bangunan utama telah selesai, dan saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap akhir, yaitu finishing dan perapihan.

Selain memberikan manfaat hunian, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah nantinya akan mengoordinasikan pemanfaatan rumah sementara ini setelah seluruh pekerjaan selesai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...