Pipa Gas Meledak di Rokan, Indonesia Berpotensi Kehilangan Produksi 2 Juta Barel

Mela Syaharani
22 Januari 2026, 18:02
Foto udara area pengeboran sumur migas di Lapangan Rangau 30, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (24/9/2025).
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.
Foto udara area pengeboran sumur migas di Lapangan Rangau 30, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (24/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, berpotensi membuat Indonesia kehilangan produksi dua juta barel minyak pada awal 2026.  Gas ini menjadi pasokan bahan bakar operasional di wilayah kerja Rokan yang dikelola Pertamina.

“Ada potensi kehilangan (produksi) kurang lebih sekitar dua juta barel di awal tahun,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1).

Bahlil menyebut akan memberikan sanksi kepada pejabat dan BUMN terkait. Dia menilai ada pihak-pihak yang perlu bertanggungjawab atas insiden tersebut. “Tapi apapun ceritanya, itu kesalahan kami,” ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan pasokan gas dari pipa TGI ini sudah mulai mengalir kembali sejak beberapa hari lalu. Laode menyebut pipa ini tercatat sudah dua kali meledak.

Laode mengatakan hilangnya produksi dua juta barel minyak tersebut menyebabkan Kementerian ESDM perlu mencari substitusi untuk menambal produksi yang hilang. Tahun ini target lifting minyak Indonesia ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari (bph).

“Sekarang Kepala SKK Migas (Djoko Siswanto) ke Palembang. Di sana ada tambahan, jadi semua tambahan yang kecil-kecil kami upayakan,” kata Laode dikutip dari Antara, Kamis (21/1).

Kementerian ESDM memiliki tugas untuk menambah produksi sekitar 5 ribu–6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI.

Ia memperkirakan produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. “Kemarin saya komunikasi, informasinya dalam dua hari ke depan,” ujar Laode.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...