Ultrajaya Investasi Rp 1,14 Triliun untuk Pasok Susu MBG
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company menggelontorkan investasi Rp 1,14 triliun untuk pasokan susu ultra high temperature (UHT) bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Perindustrian menyebut investasi ini berupa peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi industri 4.0.
“Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Agus dalam siaran pers, dikutip Senin (26/1).
Pasokan susu ini didapatkan melalui pengoperasian pabrik baru Ultrajaya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025.
Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml yang dirancang untuk kebutuhan MBG. Penambahan lini produksi ini baru direncanakan pada Maret 2026.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika turut menyampaikan bahwa pabrik Ultrajaya juga telah menerapkan teknologi industri 4.0. Dia mengatakan, hal ini bisa meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk.
Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
Selain itu, pabrik tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration. Hal ini memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.
Selain pabrik, PT Ultrajaya juga mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatra Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah. Mereka berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah untuk menjaga pasokan susu segar dalam negeri.
