Prabowo: Setiap Saya Ingin Berantas Korupsi, Garong Melawan Balik

Ameidyo Daud Nasution
7 Februari 2026, 14:18
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang kabinet paripurna yang bertepatan dengan setahun masa pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tersebut membahas realisasi pada 2025 d
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang kabinet paripurna yang bertepatan dengan setahun masa pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tersebut membahas realisasi pada 2025 dan rencana kerja pada 2026 terkait program kerja Kabinet Merah Putih di sejumlah bidang, dari ekonomi, bidang pangan, energi, pemberantasan kemiskinan, hingga pembangunan SDM.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengatakan tugasnya untuk menegakkan hukum tidak mudah. Dia mengatakan, kelompok-kelompok koruptor menyerang balik setiap pemerintah ingin memberantas korupsi.

Pernyataan Prabowo ini disampaikan dalam acara pelantikan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (7/2). Prabowo menuding kelompok koruptor ingin membuat kerusuhan saat pemerintah melakukan bersih-bersih.

"Setiap kali kita mampu memberantas, menegakkan hukum, keadilan, kelompok koruptor, perampok, garong-garong ini menyerang balik," kata Prabowo seperti disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, kelompok ini kerap mengadu domba apabila ia ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih. "Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, adu doma, karena tidak ingin ada pemerintahan yang bersih," katanya.

Prabowo mengatakan dirinya tak akan mundur dalam penegakan hukum. Alasannya, ia telah disumpah di depan masyarakat dan mendapatkan dukungan, termasuk dari MUI.

"Terima kasih MUI telah memberikan saya suntikan keberanian," katanya.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo menuding koruptor dalang di fenomena politik. Pertengahan tahun lalu, ia mengatakan, tagar Indonesia Gelap yang sempat ramai di media sosial merupakan rekayasa yang dibuat oleh koruptor.

Prabowo menyebut para koruptor membayar pendengung  atau buzzer  dengan membayar buzzer sehingga berhasil membuat gaduh masyarakat. Cara itu menurut Prabowo dengan menggunakan teknologi, uang, sosmed, dan membayar pakar-pakar untuk menghidupkan pesimisme. 

“Saya geleng-geleng kepala, ada orang-orang yang berperan sebagai orang pintar berperan sebagai pemimpin, tapi yang disebarkan adalah pesimisme, Indonesia gelap," kata Prabowo saat memberi sambutan pada acara penutupan Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (20/7) malam.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...