Prabowo Beri Wejangan Kondisi Geopolitik kepada 600 Petinggi TNI-Polri
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan negara dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan arahan Presiden berfokus pada penguatan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas serta kesiapsiagaan menghadapi dinamika geopolitik agar pembangunan nasional tetap berjalan lancar.
"Bapak Presiden mengarahkan secara umum, yang intinya beliau untuk menjaga situasi keamanan, ketertiban, juga pertahanan negara, geopolitik yang mungkin nggak jauh beda dengan pada waktu di Rapat Koordinasi Nasional di Sentul yang lalu," kata Tito saat menyampaikan arahan Presiden dalam Rapim tersebut.
Tito menjelaskan pengarahan Presiden mencakup pesan khusus kepada TNI dan Polri untuk memperkuat postur pertahanan dan keamanan.
Menurut dia, Presiden menekankan bahwa kekuatan bangsa sangat bergantung pada tingkat kepercayaan rakyat terhadap negara.
Karena itu, kata Tito, TNI diharapkan menjadi tentara yang dekat dan dicintai rakyat, sementara Polri menjadi polisi yang didukung serta dipercaya masyarakat.
"Iya, agar masing-masing memperkuat postur pertahanan, dan juga ada hal yang sangat penting sekali yang saya katakan tadi, bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada trust rakyat kepada negara," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan sinergi antara TNI-Polri 2026 dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.
Rapat ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta, yang terdiri atas unsur TNI dan Polri serta para menteri terkait mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mempererat koordinasi lintas institusi. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut adalah sejumlah menteri kabinet Merah Putih.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan rapat pimpinan itu merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar setiap awal tahun. Prasetyo mengatakan Presiden menekankan pentingnya menjadikan TNI dan Polri sebagai institusi yang kuat, profesional, serta dekat dengan rakyat.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas peran aktif mereka selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya. Presiden menilai kedua institusi itu konsisten menjadi garda terdepan dalam menyukseskan berbagai program pemerintah.
Sejumlah petinggi TNI-Polri turut hadir dalam pertemuan tahunan tersebut, antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Selain itu tampak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto hingga Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho. Forum tersebut juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menceritakan, Prabowo menekankan pentingnya evaluasi kinerja TNI dan Polri agar terus membaik. Maruli menyebutkan, presiden menilai jajaran TNI dan Polri telah berhasil menghadapi berbagai tantangan, termasuk penanggulangan bencana.
Ia menambahkan, Presiden juga menyoroti peran TNI dan Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang kesejahteraan masyarakat, seperti pengembangan koperasi dan program sosial lainnya. Menurutnya, Prabowo menilai semua program tersebut telah berjalan baik, sembari terus mendorong peningkatan kinerja untuk hasil yang lebih optimal.
“Menurut pendapat beliau, semua sudah berjalan baik supaya terus ditingkatkan,” kata Maruli setelah forum pertemuan.
