Prabowo akan Putuskan Jumlah Pasukan TNI untuk Dikirim ke Gaza

Andi M. Arief
10 Februari 2026, 17:08
tni, gaza, dewan perdamaian
ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Sejumlah prajurit TNI gabungan memegang sebnjata saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah sudah menyiapkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan dikirim ke Gaza, Palestina untuk berkontribusi dalam Dewan Perdamaian Gaza atau BoP. Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto yang akan menentukan kepastian jumlah pasukan yang dikirim.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, dari diskusi terakhir, jumlah personel yang akan dikirimkan setidaknya 600 orang. Namun jumlah pasti anggota TNI yang akan dikirimkan akan ditentukan oleh Prabowo.

"Intinya, kami sudah menyiapkan prajurit untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Kami tinggal menunggu perintah dan koordinasi waktu keberangkatan," kata Donny di Gedung DPR, Selasa (10/2).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengerahkan 20.000 anggota TNI ke zona konflik, salah satunya Gaza, Palestina. Namun Kepala Negara belum secara spesifik menentukan jumlah prajurit yang akan dikirim ke Gaza.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi R. mengatakan jumlah pasti prajurit yang akan dikirimkan masih dalam tahap perundingan. Adapun kepastian jumlah prajurit yang bertugas di Gaza akan ditentukan pada akhir bulan ini.

Menurutnya, TNI hanya akan mengirimkan prajurit yang telah bertugas di luar negeri. TNI rutin mengirimkan Kontingen Garuda di Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL sejak 2006.

Berdasarkan catatan Katadata, Indonesia menjadi kontributor UNIFIL terbesar atau hingga 1.256 personel per Agustus 2025. Per Maret 2025, TNI menduduki peringkat kedua dalam rangking pemasok pasukan perdamaian PBB atau sejumlah 2.747 personel.

Tandyo mengatakan, prajurit yang akan dikirim ke Gaza adalah anggota yang pernah bertugas sebagai UNIFIL. Sebab, prajurit tersebut dinilai telah memiliki pengalaman dari sisi medan dan cara berkomunikasi di Timur Tengah.

"Jadi, kami tidak akan mengirimkan satuan-satuan yang belum pernah bertugas di Timur Tengah," ujarnya.

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyarankan agar pemerintah tidak mengirimkan personel TNI dengan jumlah yang besar ke Gaza. Sebab, Gaza hanya memiliki luas sekitar 45 kilometer persegi atau sedikit lebih kecil dari Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Walau demikian, Utut berharap agar TNI tetap mengirimkan prajurit terbaik untuk siap menghadapi segala cuaca dan situasi di Gaza. Hal tersebut sesuai dengan prinsip Undang-Undang Dasar 1945, yakni menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

Walau demikian, Utut berharap prajurit yang dikirim hanya akan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian. Dengan kata lain, tugas utama anggota TNI di Gaza diharapkan bukan berperang, namun melindungi warga sipil, mencegah konflik, dan memulihkan keamanan di daerah konflik.

"Intinya, jumlah prajurit yang dikirimkan tidak perlu terlalu besar seperti yang pernah dikatakan Presiden Prabowo hingga 20.000 orang itu. Tentu teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran," katanya.

Di sisi lain, Utut menyampaikan keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan jalan kompromi teknokratis terbaik untuk memastikan kemerdekaan Palestina. Sebab, Utut menduga perundingan perdamaian dalam BoP akan dipimpin langsung oleh Amerika Serikat.


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...