Lukisan SBY Laku Rp 6,5 Miliar dalam Lelang, Pembelinya Low Tuck Kwong
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono melelang lukisannya dengan harga Rp 6,5 miliar. Lukisan bergambar kuda api itu diborong oleh konglomerat pemilik Bayan Resources Low Tuck Kwong.
Lelang tersebut digelar pada perayaan Imlek yang digelar Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (18/2). Sejumlah politikus, artis, hingga pengusaha besar ikut dalam lelang tersebut.
"Semua dana akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan," kata politikus Partai Demokrat Ossy Dermawan yang menjadi moderator lelang tersebut seperti disiarkan dalam Youtube Partai Demokrat.
Lukisan tersebut bernama "Kuat dan Energik Layaknya Kuda Api", yang terinspirasi dari tahun Kuda Api dalam kalender 2577 Kongzili. Kuda berwaran biru tersebut terlihat tengah berlari dan memancarkan api.
Ossy lalu membuka lelang dengan harga Rp 200 juta. Usai dibuka, politikus Demokrat, Syarief Hasan langsung menawar dengan harga Rp 300 juta. Setelah itu, konglomerat sekaligus salah satu pendiri Avian, Hermanto Tanoko menawat lukisan tersebut dengan harga Rp 500 juta.
Tawaran semakin tinggi usai Staf Khusus Menteri Pertahanan Deddy Corbuzier menawar lukisan itu dengan harga Rp 1 miliar. Tidak lama, tawaran lebih tinggi datang dari pengusaha batu bara Dewi Kam dengan nilai Rp 1,5 miliar.
Hermanto Tanoko tak mau kalah dan langsung menaikkan tawarannya menjadi Rp 2 miliar. Setelah itu, Low Tuck Kwong, lewat perwakilannya yakni Direktur Bayan Resources Tbk Alexander Ery Wibowo, ikut lelang dan menawar lukisan SBY dengan nilai Rp 3 miliar.
Persaingan lelang setelah itu didominasi Hermanto Tanoko dengan perwakilan Low Tuck Kwong. Low akhirnya memenangkan lelang lukisan tersebut usai menawar dengan harga Rp 6,5 miliar.
"Kita tutup, selamat Dato Low (Tuck Kwong)," kata Ossy Dermawan.
Dalam video yang diputar di acara tersebut, SBY menjelaskan alasan dirinya melukis kuda api. Menurut SBY, kuda api melambangkan energi dan determinasi menuju capaian besar.
"Harapan saya, Partai Demokrat laksana kuda api, punya semangat, determinasi, tujuan baik untuk Indonesia dan partai yang kita cintai," kata SBY.
