Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan

Andi M. Arief
19 Februari 2026, 17:03
Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan 2021-2026 telah mengakhiri tugas. Foto: Instagram/BPJS Kesehatan
Instagram/bpjskesehatan_ri
Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan 2021-2026 telah mengakhiri tugas. Foto: Instagram/BPJS Kesehatan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan melalui Keputusan Presiden No. 17/P Tahun 2026. Salah satu direksi yang diganti adalah posisi Direktur Utama BPJS Kesehatan yang tadinya ditempati Ali Ghufron Mukti kini diduduki Prihati Pujowaskito.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menjelaskan Kepala Negara telah menyusun ulang jajaran direksi dan dewan pengawas kantornya untuk periode 2026-2031. 

"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional," dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Kamis (19/2).

Tidak ada anggota direksi maupun dewan pengawas dalam periode sebelumnya kembali menjadi direksi hingga 2031. Berikut jajaran direksi baru BPJS Kesehatan hingga 2031:

Direksi
1.  Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
2.  Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
3.  Akmal Budi Yulianto (Direktur)
4.  Bayu Teja Muliawan (Direktur)
5.  Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
6.  Setiaji (Direktur)
7.  Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
8.  Sutopo Patria Jati (Direktur)

Dewan Pengawas
1.  Stevanus Adrianto Passat (Ketua Dewan Pengawas - Unsur Pekerja)
2.  Murti Utami Adyanto (Anggota Dewan Pengawas – Unsur Pemerintah)
3.  Rukijo (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemerintah)
4.  Afif Johan (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pekerja)
5.  Paulus Agung Pambudhi (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemberi Kerja)
6.  Sunarto (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemberi Kerja)
7.  Lula Kamal (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Tokoh Masyarakat)

Rizzky menjelaskan perombakan jajaran direksi dan dewan pengawas telah dilakukan bersama DPR. Sebab, Komisi IX DPR telah melakukan mekanisme uji dan kelayakan serta persetujuan melalui rapat paripurna.

Seperti diketahui, Prihati merupakan purnawirawan TNI dengan jabatan terakhir Mayor Jenderal. Sebelum menjadi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan pada 2023-2025.

Dia mengambil pendidikan sarjana bidang dokter di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Setelah lulus pada 1994, Prihati tercatat  bekerja sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus hingga 2000.

Prihati selesai mengambil spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga pada 2007. Karena itu, mayoritas pengalaman profesional Prihati adalah sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Dustira Cimahi.

Dia lalu menyelesaikan pendidikan magister di bidang manajemen rumah sakit pada 2015 dan pendidikan doktoral bidang hukum kesehatan pada 2021.

Sembari mengambil pendidikan doktoral, Prihati menjabat sebagai Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto dan Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2018-2021. Dia juga pernah menjadi Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto pada 2021-2022.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...