Prabowo Minta Dukungan Ulama Soal Sikap di Iran, Bahas Status di Board of Peace

Ira Guslina Sufa
6 Maret 2026, 07:27
Ketua MPR Ahmad Muzani dan beberapa ulama di Istana Negara, Kamis (5/3) board of peace
Antara
Ketua MPR Ahmad Muzani dan beberapa ulama di Istana Negara, Kamis (5/3)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan para ulama terkait sikap dan posisi Indonesia terhadap eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, Timur Tengah. Eskalasi memanas setelah serangan sepihak militer Amerika Serikat dan zionis Israel terhadap Iran.

Dalam pertemuan dengan para ulama di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam, Presiden Prabowo menjelaskan kebijakan yang diambil untuk keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia. Meski begitu Prabowo menyatakan masih akan mendengar masukan dari para ulama. 

"Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geoekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan isi pertemuan Presiden Prabowo dengan para ulama dalam sesi jumpa pers selepas pertemuan di Istana, Kamis (5/3) malam.

Muzani melanjutkan para ulama pun memahami penjelasan Presiden Prabowo. Dalam pertemuan yang sama, yang berlangsung selama tiga jam lebih, Presiden Prabowo juga menyampaikan kepada para ulama dirinya terbuka terhadap seluruh usulan dan masukan.

"Saya kira pertemuan ini diharapkan bisa berlangsung secara periodik dalam beberapa pekan atau dalam beberapa bulan yang akan datang," ujar Muzani lagi. 

Dalam jumpa pers yang sama, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, yang juga tokoh senior Muhammadiyah, menjelaskan dalam pertemuan dengan para ulama, Presiden Prabowo juga menjelaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. Prabowo menyebut Indonesia gabung dalam BoP sudah melalui proses panjang. 

Prabowo bahkan menjelaskan sudah berdiskusi dengan para pemimpin negara di Timur Tengah sebelum bergabung. Meski begitu posisi di BoP menurut dia masih terbuka untuk dievaluasi melihat perkembangan terkini. 

“Strategi yang beliau pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi, setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," kata Muhadjir.

Rangkaian pertemuan dengan para ulama berlangsung sejak jam buka puasa, kemudian acara dialog mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan lewat pukul 23.00 WIB. Sebanyak 160 lebih kiai, ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, sejumlah petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan jajaran pejabat negara, termasuk menteri-menteri Kabinet Merah Putih menghadiri acara tersebut.

Apresiasi Surat Duka untuk Khamenei

Sementara itu, sejumlah tokoh Islam mengapresiasi sikap Prabowo Subianto yang mengucapkan belasungkawa atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Surat itu dinilai mencerminkan sikap kemanusiaan serta kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global saat ini.

Salah satu tokoh yang menyampaikan apresiasi tersebut adalah Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Dia menilai langkah Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran merupakan sikap yang tepat karena mencerminkan solidaritas sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, ini tidak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” ujar Jimly.

Dia mengatakan sudah saatnya Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat, memainkan peran lebih strategis untuk menjembatani konflik dan ketegangan di antara negara-negara Islam.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa penyampaian belasungkawa oleh Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka. Namun menurutnya, yang tidak kalah penting adalah upaya nyata dari berbagai pihak untuk menghentikan kekerasan dan konflik bersenjata yang terus berlangsung.

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasaan ini harus dihentikan dengan cara apapun,” kata Gus Yahya.

Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum dan mekanisme kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong upaya perdamaian, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, pada Rabu (4/3), Presiden Prabowo mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer AS dan Israel.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta sebagai bentuk penghormatan diplomatik dari pemerintah Indonesia. Melalui langkah tersebut, pemerintah menyampaikan empati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan kehidupan masyarakat Iran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...