Kapuspen TNI Jelaskan Telegram Siaga 1 untuk Jajaran TNI

Muhamad Fajar Riyandanu
9 Maret 2026, 16:15
Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD melaksanakan defile dalam upacara HUT ke-65 Kostrad di Markas Divisi Infanteri (Madivif) 1 Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putr
Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD melaksanakan defile dalam upacara HUT ke-65 Kostrad di Markas Divisi Infanteri (Madivif) 1 Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan telegram berisi perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI. Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Telegram itu diterbitkan sebagai langkah antisipasi atas meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah serta pertimbangan pimpinan TNI terhadap potensi dampaknya terhadap situasi dalam negeri. Melalui telegram tersebut, Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan peningkatan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok TNI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang TNI.

“Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” kata Aulia dalam keterangan tertulis setelah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (9/3).

Ia menjelaskan, TNI menjalankan tugas tersebut secara profesional dan responsif dengan terus memelihara kemampuan serta kekuatan agar selalu siap operasional. Hal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi berbagai perkembangan di lingkungan strategis, baik internasional, regional, maupun nasional.

Menurut Aulia, kesiapsiagaan operasional yang tinggi menjadi hal penting bagi TNI, salah satunya melalui kegiatan apel pengecekan kesiapan yang dilakukan secara rutin.

Dalam telegram itu, Panglima TNI mengeluarkan tujuh instruksi kepada sejumlah satuan di lingkungan TNI. Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di jajarannya serta melaksanakan patroli di objek vital strategis dan sentra perekonomian.

Lokasi yang menjadi perhatian antara lain bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta fasilitas penting seperti kantor PLN.

Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan meningkatkan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta menginstruksikan para atase pertahanan RI di negara-negara yang terdampak konflik untuk mendata dan memetakan situasi, termasuk menyiapkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) apabila diperlukan.

Langkah tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri, KBRI, serta otoritas terkait sesuai perkembangan eskalasi di Timur Tengah.

Keempat, Kodam Jaya/Jayakarta diminta meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan kawasan kedutaan asing di wilayah DKI Jakarta guna mengantisipasi perkembangan situasi serta menjaga kondusifitas keamanan.

Kelima, satuan intelijen TNI diperintahkan melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi aktivitas kelompok yang dapat memanfaatkan situasi konflik di Timur Tengah untuk menciptakan gangguan keamanan di dalam negeri.

Keenam, Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI diminta menyiagakan satuan di masing-masing unit. Dan ketujuh, seluruh perkembangan situasi yang terjadi diminta untuk segera dilaporkan kepada Panglima TNI.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...