Tol Cikampek - Tol Kalikangkung Resmi Berlakukan One Way

Tia Dwitiani Komalasari
18 Maret 2026, 18:30
Foto udara kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyiagakan tambahan gardu tol diagonal atau Oblique Approach Booth (OAB) dan petugas mobile reader untuk memp
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Foto udara kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyiagakan tambahan gardu tol diagonal atau Oblique Approach Booth (OAB) dan petugas mobile reader untuk memperlancar transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama yang diproyeksikan akan dilalui 120 ribu kendaraan pada periode arus mudik Lean 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen. Pol. Rudi resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional di Tol Cikampek Utama KM 70, pada Rabu (18/3) siang. One way akan diberlakukan sampai KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

“Melihat peningkatan jumlah pemudik yang signifikan pada hari ini (18/3), maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga memutuskan untuk memberlakukan one way nasional secara menyeluruh, mulai dari KM 70 hingga KM 414. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan masyarakat pada masa arus mudik Lebaran 2026,” ujar Menhub Dudy dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).

Menhub Dudy menjelaskan, pemberlakuan one way nasional di Tol Cikampek Utama hingga Tol Kalikangkung pada prinsipnya bersifat situasional. Menurutnya, pihak Jasa Marga memiliki parameter tersendiri untuk menentukan perlu-tidaknya melakukan rekayasa lalu lintas.

“Jika V/C Ratio di atas angka 8.000, maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga akan memberlakukan one way nasional. Namun, apabila angka V/C Ratio menunjukkan penurunan, maka lalu lintas akan dikembalikan ke mode normal,” ungkap Menhub.

Menhub menambahkan, Kemenhub akan terus memantau pergerakan kendaraan yang melalui Tol Trans Jawa, sembari terus berkoodinasi dengan Kepolisian dan Jasa Marga. Hal serupa juga dilakukan pada jalur arteri yang dilalui oleh para pemudik.

“Kemenhub akan terus memantau arus mudik, baik di jalan tol maupun arteri. Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan juga lancar,” terang Menhub.

Menhub Dudy juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi serta patuh terhadap aturan lalu lintas yang berlaku. Ia pun menyarankan para pemudik untuk memanfaatkan rest area apabila mengalami kelelahan.

“Jika lelah, jangan memaksakan berkendara. Manfaatkan rest area untuk beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkasnya.

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pengawalan kepada para pemudik semaksimal mungkin. Ia berjanji akan mengawasi dan mengamankan seluruh kendaraan yang melalui wilayah Jawa Barat. “Kami jaga supaya sampai ke tempat tujuan dengan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” imbuhnya.

Menurut data Jasa Marga, sebanyak 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-10 hingga H-4 Lebaran 2026. Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...