Prabowo Jamin Utamakan Kepentingan Nasional soal Tarif Resiprokal AS

Ade Rosman
23 Maret 2026, 11:16
Prabowo Subianto, Donald Trump
White house
Prabowo Subianto dan Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia mendapatkan tindakan khusus dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perjanjian tarif dagang resiprokal melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Prabowo mengatakan, seluruh isi perjanjian tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang sebelum disepakati pemerintah, terutama terkait penurunan tarif dari 32% menjadi 19%.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berdiskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3) dini hari.

Ia mengklaim Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden AS Donald Trump, yakni Pemerintah Indonesia tetap memiliki ruang untuk melakukan negosiasi jika perjanjian merugikan.

“Dalam perjanjian kemarin, kami sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” kata Prabowo dalam keterangan pers, dikutip Senin (23/3).

Prabowo menyebut keistimewaan tersebut tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa dengan AS.

“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” kata dia.

Prabowo menilai, Indonesia memperoleh keuntungan signifikan dari kesepakatan ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, seperti kopi dan minyak sawit, mendapatkan tarif nol persen.

Di sisi lain, Malaysia yang juga telah menandatangani perjanjian dagang dengan AS menyatakan pembatalan perjanjian tersebut setelah putusan Mahkamah Agung AS yang mencabut kebijakan tarif resiprokal Trump.

Prabowo menyebut, Indonesia mengambil langkah rasional dan mengutamakan kepentingan nasional. “Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...