Anggaran MBG Berpotensi Dipotong, Bagaimana Nasib Anak-Anak di Sekolah Rakyat?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan akan mengikuti ketentuan frekuensi penyaluran Makan Bergizi Gratis di Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan menanggapi peluang pemangkasan program MBG senilai Rp 40 triliun.
Jumlah Sekolah Rakyat yang beroperasi pada awal tahun ini mencapai 166 unit dengan sekitar 15.000 siswa. Seluruh siswanya mendapatkan MBG berupa tiga makan berat dan dua makan ringan setiap hari sejak 14 Juli 2025.
"Pada prinsipnya kami akan melihat perkembangan peraturan MBG. Pada saatnya kami akan mengambil kebijakan sendiri. Jadi, sementara ini masih sesuai dengan rencana penyaluran MBG ke Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul di kantornya, Rabu (25/3).
Sekolah Rakyat ditetapkan menerima MBG setiap hari atau hingga berakhirnya periode belajar pada masa libur sekolah. Badan Gizi Nasional menyatakan, frekuensi MBG di Sekolah Rakyat merupakan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan terintegrasi.
Adapun frekuensi pemberian MBG di jenis sekolah lainnya adalah satu kali sehari selama enam hari sepekan. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi pemangkasan frekuensi MBG yang membuat frekuensi pemberian MBG berkurang menjadi lima hari sepekan.
Purbaya mengatakan, opsi efisiensi ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat rapat bersama dengannya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, pada 16 Maret 2026.
“Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia (Dadan) bilang aja Rp 40 triliun, hitungan kasar, tapi bisa lebih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).
Menurutnya, penghentian penyaluran MBG kemungkinan dilakukan pada hari Sabtu setiap pekannya. Namun Purbaya menegaskan pemotongan ini bukanlah keputusan darinya, melainkan inisiatif dari BGN. Keputusan ini diambil untuk merespons kondisi APBN yang membutuhkan efisiensi di tengah kondisi konflik geopolitik.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menyatakan lebih baik anggaran yang ada untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.
"Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” katanya.
