Pemerintah Akan Bangun Rumah di Bantaran Rel, Masyarakat Miskin Diminta Sewa

Muhamad Fajar Riyandanu
6 April 2026, 18:11
Seorang warga berada di dalam tempat tinggalnya di bantaran rel kereta api, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Katadata/Fauza Syahputra
Seorang warga berada di dalam tempat tinggalnya di bantaran rel kereta api, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah akan memulai pembangunan rumah rakyat di  sekitar bantaran rel kereta api, di antaranya di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan pembangunan tahap awal telah dimulai di Jalan Kramat dengan jumlah sekitar 324 unit rumah.

Ratusan rumah-rumah itu ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026. "Tahap pertama yang di Senen 324 unit kalau saya tidak salah," kata Ara di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (6/4).

Ara menyampaikan usai rapat terbatas di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto  hari ini. Prabowo memanggil beberapa menteri dan pejabat salah satunya membahas perihal pembangunan hunian di sekitar atau bantaran rel kereta api.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan lanjutan sebanyak 500 unit rumah di wilayah Jakarta yang akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia. Seluruh proyek tersebut memanfaatkan lahan di sekitar jalur rel kereta sebagai bagian dari penataan kawasan.

"Iya, ini dari hasil tindak lanjut daripada kunjungan presiden itu. Jadi totalnya 824 unit. Kami berharap yang jadi duluan yang di Senen, 324 unit," ujar Ara.

Pembangunan hunian untuk warga di bantaran rel kereta api ini meliputi wilayah Tanah Abang, Bandung, hingga Medan

Pemerintah Minta MBR Sewa Rumah

Ia belum bicara banyak terkait mekanisme kepemilikan rumah rakyat di Senen. Ara hanya mengatakan pemerintah kini masih menyusun aturan lebih lanjut ke depannya.

Namun, ia menyatakan sebagian besar unit akan menggunakan skema sewa dengan harga terjangkau agar dapat diakses masyarakat berpenghasilan rendah. "Nanti kita lihat aturannya, tetapi kita bangun dulu saja biar cepat. Sementara ini cukup banyak yang bersifat sewa dengan harga yang terjangkau," kata Ara.

Menurutnya, pemerintah telah meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengatur penyaluran rumah rakyat di Senen agar pendataan calon penerima tepat sasaran nantinya.

Di sisi lain, pemerintah juga menggandeng pihak swasta untuk mempercepat pembangunan perumahan. Salah satunya melalui komitmen Astra International yang akan membangun seribu unit rumah susun melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Pembangunan perumahan tingkat ini akan difokuskan di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan lahan milik negara. Lahan-lahan tersebut terutama berasal dari aset PT Kereta Api Indonesia.

Ara mengatakan dirinya dalam beberapa hari terakhir telah mulai melakukan inventarisasi lahan secara bertahap di sejumlah titik di Jakarta, salah satunya di kawasan Tanah Abang.

Kegiatan ini melibatkan jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia serta Kepala Badan (BP) Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. Skema pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan hunian rumah susun juga akan diperluas ke Bandung.

"Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat, nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang berpenghasilan menengah. Jadi ada kombinasi," kata Ara.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...