Prabowo dan Putin Gelar Pertemuan di Kremlin, Bahas Penguatan Kerja Sama Energi
Presiden Prabowo Subianto memenuhi undangan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moscow, pada Senin (13/4) waktu setempat. Kedua pimpinan membahas beragam isu strategis, salah satunya penguataran kerja sama sektor ekonomi dan energi.
Prabowo menyampaikan kunjungannya ke Rusia sebagai bagian dari upaya konsultasi di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang cepat dan penuh ketidakpastian. Presiden menilai Rusia telah memainkan peran positif dalam merespons situasi global yang kian kompleks.
"Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (13/4).
Ketua Umum Partai Gerindra itu menekankan urgensi dialog dan koordinasi antarnegara untuk merumuskan langkah menghadapi tantangan geopolitik ke depan. Selain itu, Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama bilateral, khususnya di sektor ekonomi dan energi.
"Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan. Terutama kalau bisa kita terus memperairat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi," ujarnya.
Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada Putin atas dukungan yang diberikan kepada Indonesia, terutama peran Pemerintah Rusia dalam mempercepat proses penerimaan Indonesia ke menjadi negara anggota BRICS pada 6 Januari 2025.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa berbagai kesepakatan yang telah dibangun antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang pesat di hampir seluruh sektor kerja sama.
"Maksud dan tujuan saya hari ini datang intinya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Rusia atas dukungan Rusia kepada Indonesia," ujar Prabowo. "Pertama, kami diterima begitu cepat di BRICS. Selanjutnya, dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan menolong Indonesia."
Di sisi lain, Putin berharap pertemuan dengan Prabowo kali ini dapat menghasilkan berbagai solusi konkret untuk terus meningkatkan kemitraan strategis antara kedua negara. Putin menyebut Rusia dan Indonesia telah menerapkan penguatan kerja sama di sejumlah sektor kunci yang selama ini menjadi fokus bersama.
Menurutnya, kedua negara secara konsisten menjajaki peningkatan kolaborasi di bidang energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.
"Kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, mulai kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita," kata Putin.
Selain sektor ekonomi, Rusia juga menyoroti perluasan kerja sama di bidang kemasyarakatan, terutama pendidikan. Putin juga menyoroti posisi Indonesia yang kini telah menjadi anggota BRICS.
Status keanggotaan itu dinilai dapat membuka peluang baru bagi Indonesia dalam memperluas kerja sama bilateral, termasuk potensi sinergi dengan Uni Ekonomi Eurasia sebagai bagian dari penguatan konektivitas ekonomi lintas kawasan.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerjasama dengan Uni Ekonomi Eurasia," ujar Putin.
