Rekrutmen Lesu, Pemerintah Sokong Industri Padat Karya untuk Jaga Kelas Menengah
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan, pemerintah akan terus mendorong industri padat karya untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja, termasuk bagi kelas menengah.
“Pemerintah di luar mendorong sektor ekonomi digital, hilirisasi, dan sebagainya, tetap menjaga sektor-sektor yang sifatnya industri padat karya,” kata Susiwijono, saat ditemui usai Katadata IDE Forum 2026 di Jakarta, pada Rabu (14/4). Dorongan yang diberikan berupa insentif fiskal dan nonfiskal.
Pernyataan ini merespons laporan-laporan soal sinyal perlambatan penyerapan tenaga kerja. Survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) misalnya, menunjukkan sebanyak 67 persen perusahaan tidak berencana merekrut karyawan baru.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah penduduk kelas ekonomi menengah dan menuju menengah mencapai 66,35 persen atau lebih dari 180 juta penduduk Indonesia.
Menurut Susiwijono, sebagian besar penduduk kelompok ini memiliki pekerjaan formal atau menjalankan bisnis produktif. Bisnis ini telah membantu menciptakan lapangan pekerjaan.
Kelas menengah berperan besar dalam memacu perekonomian dalam negeri. Pada 2024, kelas menengah menyumbang 81,5 persen terhadap total konsumsi rumah tangga. Goncangan terhadap kelas menengah ini bakal berdampak besar bagi laju ekonomi dalam negeri.
Berdasarkan perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), 70 persen penduduk harus mencapai level kelas menengah untuk Indonesia menjadi negara berpendapatan per kapita setara negara maju pada 2045.
